Dipta menatap Anna lekat yang sedari tadi memasang wajah datar dan hanya menunduk menatap heels yang melekat dikakinya. Sejak satu jam yang lalu, Anna telah resmi menjadi sekretaris nya setelah menandatangani berkas yang disediakan Dipta. Vian dan Kevin masih ada disofa, memperhatikan Dipta dan Anna yang sedari tadi diam tak bersuara. "Ck! Ini kenapa jadi perang dingin gini sih. Kalian ada masalah?" Dipta dan Anna menggeleng serempak, bedanya, Anna mau menatap Vian sedangkan Dipta tak melepaskan pandangannya dari Anna. "Gausah dipelototin gitu Anna nya, bisa gak betah dia lo pelototin begitu," celetuk Vian jengah. Dipta menarik nafas panjang kemudian meraup wajahnya, ia menggelengkan kepala kemudian menatap Vian, "Urusan lo udah selesai kan? Lo bisa balik k

