"Apa maksud kamu, Dipta?!" murka Michael menatap tajam kearah Dipta. Ale yang melihat itu langsung memeluk Dipta erat, Elle ikut berdiri, mengusap bahu Mich menenangkan. Jelas saja Mich marah, saat dengan gamblangnya laki laki yang pernah meyakinkan dirinya bahwa ia akan membahagiakan putri satu satunya itu membawa kabar bahwa Anna kabur. Vian yang kebetulan ada di tempat juga segera membawa Ale kedalam gendongannya, ia tak ingin Ale semakin merasa takut ketika melihat kemarahan Papanya. "Ale sama Papa Vian ya?" Ale mengangguk lalu segera melingkarkan tangannya di leher Vian, Vian segera berjalan menjauhi Ruang kerja milik ayahnya itu. "Maaf, saya juga ngga nyangka kalau Anna bakal pergi. Saya pikir perginya Anna kesini, tapi ternyata dugaan saya salah." Dip

