"Masuk!" "Dipta aku ngga-" "MASUK!!" bentakan Dipta semakin kencang kala pria itu sudah membuka pintu rumahnya. Anna memejamkan matanya erat, dengan tangan yang masih dicengkram erat oleh Dipta ia menurut, masuk kedalam. BRAKK Anna tersentak saat tiba tiba Dipta membanting pintu masuk, ia mendorong Anna hingga Anna terduduk disofa. Nafas Dipta memburu menandakan bahwa emosi nya sudah mencapai puncak tertinggi. "Aku ngebiarin kamu pergi belanja sendiri bukan berarti kamu boleh ketemuan sama dia! Sengaja? Kamu sengaja? Iya?!" Anna menunduk, tak berani menatap Dipta yang tak melepaskan tatapan tajam darinya sedikitpun. "Jadi selama aku pergi, kamu diem diem berhubungan lagi sama dia? Iya?! Demi tuhan Anna, aku sama sekali ngga main main ngelamar kamu! Kamu an

