Mata Dipta masih terpejam ketika merasakan sinar mentari menyorot wajahnya, ia mengernyit, lalu tiba tiba sinar itu tidak menyorot wajahnya lagi, seakan ada yang menghalangi. Tak lama ia merasakan kecupan ringan di dahi dan kedua matanya, sontak Dipta langsung membuka matanya. Dan ia terpana. Hal pertama yang ia lihat adalah senyuman manis Anna yang hanya berjarak beberapa Cm dari wajah Dipta. "Selamat pagi," sapa Anna lalu menjauhkan wajahnya. Dipta mengerjapkan matanya beberapa kali, mengucek matanya lalu kembali membuka mata, ia pikir ini mimpi. Tapi ini nyata, buktinya Anna masih berdiri dengan berkacak pinggang, ia menatap geli kearah Dipta. "Bangun, Dipta. Ale udah nungguin di dapur," ingat Anna lagi sembari menarik selimut yang masih membungkus tubuh D

