Anna menggendong Ale yang terlelap, tanpa mengetuk pintu ia langsung masuk kedalam rumah Dipta yang tidak dikunci. "Anna," Anna menghiraukan panggilan Dipta dan terus berjalan menuju lantai atas dimana kamar Ale berada, masih dengan Ale yang ada digendongannya. "Ale kenapa?" "tidur," jawab Anna singkat dan datar. Terdengar hembusan nafas panjang Dipta, lalu suara langkah kaki Dipta yang terus mengikutinya. Sampai di kamar Ale, Anna membaringkan tubuh Ale perlahan, menyelimuti gadis mungil itu lalu mengecup dahinya sayang, tak lupa ia mengecup kedua mata Ale yang membengkak karena terlalu lama menangis. Hati Dipta berdesir hangat melihat interaksi itu, ia berjalan mendekat kemudian duduk disamping Anna yang masih memperhatikan Ale lekat. Perhatian Dipta be

