Menikmati terik matahari yang tidak terlalu panas, kaki melangkah menuju bibir pantai. Pasir basah kini menyentuh kulit, angin segar yang terasa hangat menampar rambut dan wajahku. Sejenak melepas penat dari kehidupan yang kini menjengkelkan, melepas sesak dirongga d**a dengan mengedarkan pandang kesetiap sudut pantai. Keindahan alam mampu membuat hati merasa lebih baik, kuharap angin pantai serta deburan ombak mampu membawa segala perih yang tersimpan disanubari. Kaki kembali menjelajah, menginjak pasir putih yang meninggalkan jejak dikulitku. Bibirku terkulum, melihat anak-anak bermain dengan ceria tanpa beban. "As ..." suara Mas Ronald terdengar ditelinga aku menghentikan langkah, berdiam diri ditempat. "Sampai kapan kita terus seperti ini," suaranya pelan, namun mampu mengalahkan

