Masih terdengar teriakkan Ibu dibawah sana, mengumpat mengeluarkan segala uneg-unegnya. Nenek bawel itu sangat emosional, tak boleh dicubit sedikit pasti lansung mencak. Benar dugaanku, Ibu mertua berpura baik karna ada maunya terlebih ini adalah tanggal gajianku. Sepertinya dia ingin meminta jatah bulanan padaku, dengan cara merebut perhatian Naura. Cucu yang selama ini dia sia-siakan. Bu.. Ibu. Bahkan aktingmu tak bertahan lama, kau kembali pada sifat aslimu saat aku tak memberi oleh-oleh. Dasar mata duitan! Aku langsung menuju toilet, membersihkan badan yang mengganti pakaian. Setelahnya aku menuruni tangga, untuk menengok Naura didalam kamarnya. Aku mendengar ada suara orang berbicara dari arah dapur, dengan langkah pelan aku mengendap kesumber suara. "Makan pelan-pelan kenapa, ka

