Bab 12

1087 Words

Beberapa saat yang lalu, Delika sudah tiba di kampus dan kini ia tengah duduk termenung di dalam kelas yang sepi. Masih belum ada mahasiswa dan mahasiswi yang masuk ke dalam. Beberapa dari mereka masih menunggu di luar. Hari ini, Delika benar-benar tidak bersemangat untuk menjalani aktifitasnya, seperti biasa. Wajahnya tampak murung, memikirkan tamparan yang ia terima semalam. Rasa sakit yang ia dapatkan sangat membekas di hati. Hanya karena ia menolak perjodohan, Dehan tega menamparnya. Delika mengusap pipi yang mendapatkan tamparan itu. Airmatanya menggenang di pelupuk mata, hingga akhirnya menetes, membasahi pipi. Delika langsung menghapus jejak airmata tersebut saat melihat kehadiran Suci. Sebisa mungkin, Delika menyembunyikan kesedihannya dari Suci. Suci duduk di samping kanan Delik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD