37

1500 Words

Pagi harinya Nabila terbangun dari tidurnya dan ia menatap ke arah Erick yang ternyata baru saja selesai mandi. Ia mengernyitkan dahi kenapa Erick sudah mandi di pagi hari seperti ini padahal Erick kan tidak seperti dirinya yang sekolah. "Erick, what are you doing?" Tanya Nabila dengan dahi mengernyit juga. "I want to go baby." Ujar Erick sembari memeluk ke arah Nabila, padahal Nabila belum mandi tapi itu tak masalah bagi Erick. Nabila jadi bingung sendiri. Karena Erick ini tidak bisa di tebak oleh dirinya. Erick terlalu bisa menyimpan rahasianya, bahkan bisa saja Erick sedang sangat bahagia tapi mimik wajahnya masih memperlihatkan bahwa sekarang ini Erick biasa aaja. Itu benar-benar membuat dirinya bingung dibuatnya. Sangat pusing sekali rasanya ketika ia melihat ke arah Erick. Benar-be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD