"Menikah?" tanyanya. "Namanya juga cari suami, ya menikahlah," balasku. Pria itu terdiam. Entah apa yang dia pikirkan. Matahari tepat di atas kepala. Walau tempat kami duduk tertutup, akan tetapi tetap saja terasa panas. "Panas … balik yuk!" Aku bangun dari duduk. Pria itu pun juga mengikuti langkahku. Sebelum ke kamar aku mampir ke resto untuk membayar pesananku tadi. Hanya saja ternyata Mas Dipta sudah membayarnya. Kami beranjak keluar dari restoran, berjalan bersisian menuju ke kamar hotel. Sepanjang perjalanan kami berdua hanya diam, tanpa ada pembicaraan apa-apa lagi. "Makasih ya." Aku berhenti dan mengucapkan terima kasih sesampainya kami di depan kamarku. "Kita bener jadi pacar kan?" tanya Pak Ryan kemudian. "Ihh apaan sih kan cuma sandiwara," ucapku tak habis pikir "Sudah

