EPILOG.

448 Words

Sosok  tinggi itu  menjulang dalam  kegelapan, sepasang  mata batu rubynya berkilat  indah tak bisa ditutupi bayang-bayang  hitam. Dia menangkap pantulan dirinya pada  cermin kaca tua berlapis emas lazuli dihadapannya.      Tampan,      Tinggi,      Pucat,      Dan  mempesona....      Dipadu  kelicikan, dia  yakin bisa mendapatkan  segala sesuatunya sesuai  rencana.      Pintu  kamarnya  dibuka tanpa  pemberitahuan dari  luar, Pria tersebut menoleh, meski  kesal dia tak memperlihatkan hal itu  diwajahnya.      “ Maafkan  saya karena  tidak mengetuk  dulu" tukas sosok  bertudung merah dengan nafas  terengah-engah menekuk lututnya  diatas lantai marmer merah indah  bercampur pendaran batu ruby.      “ Permintaan  maaf diterima" kata  si

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD