Key menyesali keputusannya untuk menikah dengan kekasihnya dulu yang hanya di bawah tangan. Itu karena Key sudah mengandung terlebih dahulu. Kekasihnya berjanji akan bertanggung jawab namun menyarankan untuk menikah siri dahulu sampai bayi dalam kandungan Key lahir.
“Suami takut istri ya om?” ucap Key sambil tersenyum. Senyuman itu mampu membuat si lelaki yang sudah memiliki istri ini hilang kembali akal pikirannya.
“Suami takut istri kata kamu? Enggaklah.. Tetapi kalau kamu mau jadi istri kedua saya pasti kamu akan lebih saya bahagiakan”
Di tempat lain, seorang lelaki juga sedang menikmati hidangan yang disediakan oleh istrinya. Dia lelaki yang sudah memiliki istri, tetapi hatinya masih tersisa ruang kosong yang cukup besar yang dia sisakan untuk wanita lain. Wanita dari masa lalunya.
***
Hari ini adalah hari Minggu. Jam di dinding kamar Key sudah menunjukkan jam 10 pagi. Key mengintip ke langit melalui jendela kamarnya. Sangat biru dan cerah. Tak terlihat gumpalan awan yang menutupi birunya langit. Sepertinya akan menyenangkan bila mengajak Rosi untuk jalan-jalan.
Key keluar dari kamar kosnya berjalan melewati beberapa pintu kamar kos lainnya untuk menjemput Rosi yang sedang bermain dengan teman sebayanya di sana.
“Rosi sayang, ikut mama pergi yuk” panggil Key dengan lembut sambil berdiri di depan pintu kamar tetangganya.
“Mau kemana ma?” tanya Rosi sambil tetap memainkan boneka Barbie dengan temannya.
“Mama mau ajak Rosi jalan-jalan. Mumpung cuacanya cerah banget nih sayang”
“Jalan-jalan ma? Mau mau mau!” jawab Rosi dengan semangat. Rosi langsung dengan sigapnya berdiri dan berpamitan pada temannya.
Key dan Rosi kemudian mengganti pakaian mereka dan bersiap-siap untuk pergi. Dipesannya taksi online dengan segera. Tersungging senyuman bahagia di wajah Rosi ketika sedang menunggu taksi online di depan rumah kos mereka. Sesekali Rosi terdengar bernyanyi sambil menggoyangkan tangannya. Sempat juga Rosi mengajak Key untuk menari bersama. Tetapi Key hanya tertawa dan membiarkan Rosi untuk menari dan berputar seorang diri.
Tak lama setelah itu taksi online yang mereka pesan tiba dan segera mengantarkan mereka ke tempat tujuan. Perjalanan yang mereka tempuh membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Kini mereka sudah sampai di Museum 3 Dimensi yang berada di daerah Kota Tua Jakarta.
Rosi tampak takjub dan terkagum-kagum melihat isi di dalam museum tersebut. Matanya terbuka lebar, mulutnya sedikit terbuka dan raut wajahnya sangat menunjukkan jika dia takjub dengan semua yang ada di dalam museum tersebut. Rosi memutar tubuh mungilnya dan melemparkan pandangannya berkeliling museum tersebut. Tak henti-hentinya Rosi berkata “Waaahhh..”
“Mama mama sini ma.. lihat deh ma itu masa ada jurang didalam sana ma!” diacungkan jari telunjuknya ke arah yang dimaksud Rosi.
Dengan sedikit tertawa Key menjelaskan pada Rosi bahwa semua yang ada di dalam museum tersebut hanyalah gambar.
“Hihihi Rosi sayang itu cuma gambar aja, lukisan 3 dimensi. Jadi kelihatan seperti asli ya kayak jurang beneran”
“Itu gambar doang ma? Tapi itu ada orang lagi foto disitu nanti jatuh ke jurang gak ma?” tanya Rosi penasaran saat melihat ada pengunjung lain yang sedang asik berfoto di sebuah lukisan jurang yang terbelah di tengah kota.
“Enggak sayang kita kalau foto disana juga gak bakal jatuh kok. Kan cuma gambar aja” jelas Key. Rosi menganggukkan kepalanya mendengar perkataan Key.
“Nah terus tuh kamu lihat sebelah sana, ada orang yang setangah badannya kayak putri duyung. Disebelah sana juga kalau kita foto kita kayak ada di dalam bingkai” lanjut Key memberikan penjelasan tentang lukisan-lukisan lain yang berada di sekitar mereka.
Rosi yang tampak semakin antusias melihat ke sekitar sambil mendengarkan penjelasan Key kini berlari menuju ke sebuah gambar ikan hiu untuk berfoto. Setelah itu Rosi berlari lagi ke gambar yang lainnya. Rosi juga terkesima melihat kursi dan meja yang berada di langit-langit, bukan di lantai. Sesekali Rosi terkagum hingga tak bisa menutup mulutnya yang menganga.
Setelah lelah berkeliling, Key mengajak Rosi untuk mampir ke museum lainnya yang berada di sekitaran Kota Tua juga. Rosi tak menolaknya. Dia malah tetap terlihat semangat seolah tak merasa lelah. Hari ini adalah milik Rosi. Key akan mengajaknya untuk bersenang-senang.
Langit mulai berganti warna tanda hari sudah sore. Key dan Rosi melupakan makan siang mereka karena saking senangnya berkeliling museum. Key pun mengajak Rosi untuk pulang dan sekalian makan di restoran cepat saji kesukaan Rosi yang searah dengan jalan pulangnya.
Sesampai di restoran mereka langsung memesan makan dan segera menyantapnya. Dari kejauhan Key seperti melihat sesosok lelaki yang dia kenal. Lelaki bertubuh tinggi tegap dengan berat badan yang bisa dibilang ideal. Mata yang tajam dan wajah yang tampan. Ya, Key mengenal lelaki itu.
Raut wajah Key berubah seketika. Dia tidak ingin lelaki tersebut melihat dirinya dan juga Rosi. Bahkan jika memungkinkan, jangan sampai Key bertemu lagi dengan lelaki tersebut. Atau mungkin lelaki tersebut hilang ingatan saja agar tidak lagi mengenali Key.
“Rosi makannya cepetan sayang. Yuk biar kita cepet pulang” ucap Key dengan nada sedikit tidak sabaran.
“Sebentar ma Rosi masih mau makan ayamnya ma, belum abis ma”
“Udah sayang, besok kita beli lagi aja yuk mama mau ada perlu sekarang”
“Mama kenapa sih? kok kayak abis liat hantu gitu muka mama?” tanya Rosi yang melihat wajah Key seperti orang ketakutan.
Lelaki tegap itu melempar pandangannya berkeliling dan berhenti tepat ke arah Key dan Rosi. Lelaki tersebut sempat menyipitkan matanya untuk memfokuskan apa yang dia lihat. Meyakinkan dirinya jika apa yang dilihatnya itu benar. Setelah merasa yakin, kemudian lelaki tersebut melangkahkan kakinya mendekati Key dan Rosi. Tepat di samping meja tempat Key dan Rosi berada, langkah lelaki tersebut berhenti.
“Hai Keysha lama gak ketemu!” sapa lelaki tersebut. Tercetak senyuman di wajah tampan lelaki itu.
Key enggan menjawab sapaannya dan hanya memalingkan wajahnya. Rosi yang juga mendengar lelaki itu menyapa sedikit kebingungan karena sang mama tak menjawabnya. Pandangan mata Rosi tak berkedip menatap ke arah lelaki yang menyapa mamanya barusan. Bertanya-tanya siapa dia, karena Rosi tidak pernah melihat lelaki itu sebelumnya.
“Keysha, dia anak kamu? Udah besar ya..” lanjut lelaki tersebut sambil mengayunkan tangannya seolah ingin mengelus kepala Rosi yang kemudian ditepis secepat kilat oleh Key.
“Gak usah sok akrab sama gue! Jangan pegang anak gue!” gertak Key. Mata Key menatap lelaki yang ada di dekatnya itu dengan penuh kebencian.
“Loh kenapa? Kan gadis cantik yang lagi lahap makan ini juga anak aku” lelaki itu memberikan senyum hangatnya pada Rosi.
Rosi hanya terdiam. Key segera mengajak Rosi untuk beranjak dari kursi mereka. Namun lelaki tegap tersebut mencegah mereka dan meminta mereka kembali duduk. Key dengan wajah gusarnya segera mendorong lelaki tersebut sambil menggertaknya lagi.
“Ardi!! Minggir gak!! Atau nanti gue teriak biar orang-orang pada dateng?”
“Keysha.. aku kan cuma mau ketemu sama anak aku. Kenapa kamu malah usir aku?”
“Rosi gak pernah punya ayah kayak kamu! Kemana kamu waktu aku pergi karena orang tua kamu ngusir aku? Kemana kamu waktu aku sengsara karena kamu? Kemana kamu waktu aku ngelahirin Rosi?” beban yang sudah lama tersimpan di hati Key membludak keluar begitu saja dengan didampingi air mata yang juga mulai turun membasahi wajah cantik Key.
Rosi yang masih polos hanya kebingungan dan juga ketakutan melihat mamanya berbicara dengan nada kemarahan pada lelaki yang baru dia lihat. Rosi terus memeluk lengan Key dengan kencang. Wajahnya disembunyikan di balik lengan Key. Gadis kecil itu tidak tahu apa-apa. Dia tidak tahu apa yang sudah terjadi diantara mamanya dan lelaki itu. Kini tubuhnya sedikit gemetar karena ketakutan.
Ardi, lelaki yang membuat Key harus bertahan seorang diri membesarkan anaknya itu hanya terdiam kaget. Wajah tampannya mulai berubah pucat mendengar semua kalimat yang keluar dari mulut wanita yang pernah dia cintai.
“Keysha, aku tuh nyariin kamu! Aku ngaku salah pernah ngelepasin kamu. Aku salah Keysha. Yaudah kita lanjut ngobrol di mobilku aja. Gak enak disini diliatin banyak orang” pinta Ardi sambil menarik salah satu lengan Key.
“Gak perlu!! Minggir kamu!! Aku mau pergi dari sini!!” bentak Key sambil menarik lengannya dari genggaman Ardi. Key langsung berjalan cepat sambil sedikit menarik lengan Rosi untuk segera meninggalkan tempat tersebut.
Rosi merintih kesakitan karena tarikan dari Key pada lengannya yang sedikit kencang. “Aduuhh maa.. sakit maa tangan Rosi kenapa ditarik-tarik?”
“Keysha tunggu! Sini biar aku anter” Ardi menawarkan tumpangan sambil mengikuti Key dan Rosi dari belakang.
“Gak usah!” jawab Key dengan ketus.
“Mamaa kenapa sih ma? Mama kok marah-marah gitu ma? Rosi takut ma” sambil sedikit menangis Rosi melepaskan tangan Key dari lengannya, lalu Rosi memilih untuk memeluk lengan Key karena dia merasa ketakutan dengan atmosfir yang tercipta dari Key dan Ardi. Rosi menanyai ada apa sebenarnya pada mamanya tersebut. Rosi juga menanyai Key apa yang sedang terjadi sebenarnya.
Key dan Rosi berlalu dengan cepat. Ardi memilih menghentikan pengejarannya. Namun seperti ada yang direncanakan oleh Ardi. Karena senyum Ardi tetap terpampang di wajah tampannya itu. “Tunggu aku Keysha, aku pasti akan datang menjemput kalian” ucap Ardi perlahan saat melihat Key dan Rosi yang sudah semakin jauh.
Setelah merasa sudah berada di tempat yang lebih aman, Key melepaskan genggaman Rosi di lengannya. Key sedikit membungkuk untuk melihat wajah Rosi yang sudah berurai air mata. Hati Key merasa sangat bersalah dengan kejadian yang baru saja terjadi. Dihapusnya air mata yang masih tersisa di wajah putri kecilnya dengan kedua ibu jari Key. Lalu ditariknya tubuh Rosi ke dalam pelukan Key.
“Maafin mama yaa Rosi, kamu jadi ketakutan kayak gini.. Mama janji kejadian kayak gini gak bakal terjadi lagi” sambil memeluk putri tercintanya Key juga menepuk-nepuk pelan punggung Rosi untuk meredakan kesedihannya.
Saat memeluk Rosi, Key teringat kembali kata-kata yang diucapkan oleh Ardi ketika di restoran cepat saji tadi. “Keysha, aku tuh nyariin kamu! Aku ngaku salah pernah ngelepasin kamu. Aku salah Keysha. Yaudah kita lanjut ngobrol di mobilku aja. Gak enak disini diliatin banyak orang”. Kemudian Key berpikir apakah kalimat yang diucapkan Ardi itu benar. Apakah selama ini Ardi pernah mencari dimana keberadaan Key.
Setelah melepaskan pelukannya, Rosi masih terlihat shock dan tenggelam dalam tangisnya. Key kini hanya membisu, tidak tahu harus berkata apalagi untuk membuat Rosi menghentikan kesedihannya. Dibelainya lembut kepala Rosi berkali-kali. Kemudian Key kembali berpikir apakah Ardi harus mengetahui tentang Rosi, putrid kandungnya. Lalu jika Ardi sudah mengetahui semua tentang Rosi maka apa yang akan dia lakukan selanjutnya? Merebut Rosi dari kehidupannya? Tentu saja Key tidak akan pernah menginginkan hal itu terjadi.
“Maa.. Rosi takut maa.. Om tadi itu siapa sih ma?” Rosi berbicara terbata-bata dalam tangisannya. Tangannya masih gemetar, dan masih terlihat ketakutan dari raut wajah putri kecilnya itu.
“Rosi sayang.. sudah yaa kamu jangan nangis lagi.. Kita pulang yaa sekarang. Mama pesan taksi online dulu ya, kamu sini peluk mama” tubuh Rosi kembali ditarik ke dalam pelukan Key, memastikan jika putrinya itu tetap aman dalam pelukannya.
Tanpa Key ketahui, sepasang mata terus memperhatikan dirinya dan juga Rosi dari kejauhan. Sepasang mata tersebut adalah milik dari seorang lelaki yang baru saja memberikan ketakutan pada putri yang belum pernah dia temui sama sekali. Ya, Ardi terus memperhatikan mantan istri dan juga anaknya itu dari kejauhan.
Sebenarnya Ardi ingin menghampiri Key dan Rosi yang masih menunggu taksi online di pinggir jalan. Tetapi Ardi menahan dirinya, dia tidak ingin membuat Rosi menjadi ketakutan seperti tadi. Jika Rosi benar adalah anak kandungnya, maka Ardi tidak ingin dibenci oleh Rosi. Dia menginginkan Rosi untuk menerimanya dengan tangan terbuka.
“Keysha.. pada akhirnya aku bisa bertemu lagi denganmu. Itu anak kita ya? Kali ini aku berjanji jika cepat atau lambat aku akan membawa kalian kembali kedalam pelukanku. Itu janjiku Keysha.. Tunggu aku ya..” Ardi bermonolog sambil memperhatikan wanita yang pernah ada di kehidupannya dulu dari kejauhan.
Dari kejauhan saja Ardi masih bisa melihat dengan jelas kecantikan di wajah Key. Dari dulu Key memang sudah cantik, namun sekarang dia semakin cantik dan juga lebih mengerti fashion. Lelaki mana yang tidak ingin memiliki Key saat ini? Wanita cantik dengan tubuh yang elok.