“Lalu arti ciuman kita sebelumnya apa mas?” dengan raut wajah sedih Siska bertanya pada Irwan. “Tidak ada arti apapun. Permisi saya sudah telat” Irwan kembali bersikap ketus pada Siska dan pergi meninggalkannya. Siska hanya bisa melihat punggung lelaki yang dicintainya semakin menjauh. “Baik jika menurut kamu begitu mas Irwan. Sekarang kita mulai permainan selanjutnya!” raut wajah Siska yang tadinya sedih kini berubah. Tercetak senyum licik di wajah cantik Siska. Entah apa rencana yang sudah disiapkan oleh Siska, tetapi sepertinya Siska sudah sangat yakin dengan rencananya tersebut. *** Irwan sudah tak terlihat lagi dari pandangan Siska. Lalu muncul sesosok lelaki yang menghampiri Siska dengan menyunggingkan senyum puas di wajahnya. Lelaki itu membisikan sesuatu di telinga Siska

