Setelah Key membawa Rosi pergi, kini tinggalah Irwan dan Ardi saling berhadapan dan melemparkan tatapan maut. Kilat seperti menggelegar diantara keduanya. Irwan terlebih dahulu berjalan menghampiri Ardi. Mencengkeram baju Ardi dan menatapnya penuh kebencian. Kebencian Irwan sudah sampai diubun-ubun. Apalagi setelah tadi mendengar cerita Key jika Ardi tiba-tiba menciumi Key saat Key pingsan. Ardi melihat sedikit kemerahan di pipi kiri Irwan, lalu Ardi tersenyum mengira jika itu adalah hasil dari tamparan Key. Keberanian pun muncul dalam diri Ardi, dia balik menatap Irwan dengan sangat sinis. Ardi akan terus berusaha merebut wanitanya itu. “Mau apa kamu datang kesini?” tanya Irwan dengan tatapan mematikannya. Cengkeraman di baju Ardi juga semakin kencang, membuat Ardi merasa sedikit sesak.

