Christa sibuk dengan kegiatannya membuat kue ulang tahun yang dipesan oleh orang dari komplek samping gang rumah mereka. Itu menjadi pekerjaannya sejak tiga tahun lalu demi menambah pemasukkan untuk memenuhi biaya hidupnya. Kemampuan memasaknya yang semakin berkembang juga terkadang banyak dimanfaatkan oleh teman-teman Radit atau Sharon yang memintanya menyiapkan pesanan tertentu. Di tengah kesibukannya itu, Citra datang dengan wajah lesu meski baru selesai mandi karena wanita itu baru saja pulang dari luar kota atas undangan rekan kerjanya sesame desaigner. Christa melihat Citra yang mengambil minum, “Kakak laper? Mau aku buatin makan?” tanyanya. Citra menggelengkan kepala “Nggak usah Chris, aku lagi nggak nafsu makan. Mas Radit belum pulang?” “Bukannya tadi Kakak bilang dia udah mau s

