bc

The Judgment of The Conqueror World

book_age18+
99
FOLLOW
1K
READ
second chance
tragedy
mystery
scary
others
special ability
MMORPG
like
intro-logo
Blurb

Benar-benar sebuah kata menyedihkan untuk hidup sebagai seorang petualang yang harus mendapatkan pengkhinatan dari raja yang sudah memanggil dirinya ke dunia ini. Dendam membara menjadi sumber kekuatannya untuk menghancurkan kehiduapn mengerikan

chap-preview
Free preview
Masuk Ke Dalam Dunia Berbeda
Angin berhembus begitu nyaman, dari atas bukit dia menatap air laut. “Tuan! Ayo kita harus segera pergi!” Seorang gadis memanggilnya dari belakang.   Langsung dia menoleh lalu berkata, “Ya!”   Bayangan sosok gadis berambut panjang yang ditutupi kegelapan hingga tidak bisa dilihat oleh mata, senyuman manis yang panjang terukir di wajahnya.   “Uh?” Saat itu juga dua pasang bola mata langsung terbuka. “Mimpi apa itu tadi? Aneh sekali!” Matsunaga Inoichi, seorang pria berumur 22 tahun. Dia adalah seorang pekerja kantor di sebuah perusahaan. Setiap hari dirinya harus pergi sebelum pukul 07 pagi.   Matsunaga, adalah pria disiplin yang selalu datang ke kantor tempatnya bekerja dengan tepat waktu. Dia juga sering mengambil waktu lembur demi mendapatkan uang komisi lebih. Matsunaga tidak pernah mengeluh dalam kehidupannya, sampai….   “Kau di pecat!”   Itu adalah teriakan dari boss di perusahaan Matsunaga bekerja, sebuah kesalahan kecil dalam keterlambatan naskah membuat Matsunaga harus kehilangan pekerjaannya. Padahal dia sudah mendedikasikan diri selama 2 tahun, kinerjanya dalam bekerja juga selalu bagus, hanya saja kemarin malam setelah menyelesaikan naskah dan mengambil waktu lembur, Matsunaga lupa kalau ada satu dokumen yang belum terselesaikan. Akibat hal itu dirinya harus kehilangan pekerjaan.   Kepala tertunduk lesu, mata menjadi sayu. Seluruh tubuhnya terasa sangat berat. “Apa yang harus aku lakukan? Aku sudah memperjuangkan segalanya untuk perusahaan, tapi kenapa hanya sebuah kesalahan kecil, membuat diriku harus dipecat.”   Matsunaga tidak bisa menghilangkan peristiwa yang baru saja dia alami. Rasanya dia masih tidak percaya, dengan apa yang diucapkan bosnya. Seolah apa yang selama ini dia persembahkan demi kebaikan perusahaan tidak ada artinya, jerih payahnya tidak membuahkan hasil.   Ingin sekali Matsunaga kembali mengomeli bosnya itu, namun semuanya percuma. Sesuatu hal yang sudah terjadi tidak akan pernah bisa kembali.   Sampai di dalam rumahnya, Matsunaga langsung merebahkan tubuhnya, dengan kepala yang menindih dua tangannya.   “Hmm… apa yang harus aku lakukan sekarang?” Matsunaga tidak bisa menghentikan kegelisahan dalam hatinya. Dia langsung bangun, pandangan matanya tertuju ke arah komputer yang mati seperti sebuah robot yang menunggu untuk dihidupkan.   Tidak ingin larut dalam kesedihan Matusnaga mencoba untuk mencari hiburan, dia segera menyalakan komputernya. Baru juga komputer dihidupkan, dirinya mendapat sebuah email.   “Email?” Dia menatap email itu dengan serius. “Jangan-jangan ini!” Wajah Matsunaga menjadi sangat bersemangat, dirinya mengira kalau email itu merupakan sebuah tawaran pekerjaan.   Begitu email tersebut dibukanya. Matsunaga langsung bingung, email itu memiliki sebuah pesan dari bahasa yang tidak bisa dia pahami.   “Apa ini? Apakah ini hanya orang iseng yang mengirimnya? Atau hanya sebuah iklan dari produk?” Sangat mencurigakan, Matsunaga merasa kalau email itu seperti ingin menjebaknya untuk melakukan transaksi tertentu.   Untuk beberapa saat Matsunaga termenung, dirinya lagi bertarung melawan pikirannya untuk memutuskan apakah dia harus membuka alamat yang tertera pada email itu hanya mengabaikannya saja.   Matsunaga lalu memutuskan mencoba menerjemahkan kalimat apa di dalam email itu.   “Click!” Setelah dia mengklik menempelkan teks itu pada situs terjemah, dirinya berharap kalau isinya bukanlah sebuah kata-kata manis dari para seller, yang mempromosikan produk mereka, atau sebuah alamat dari hackers yang sengaja ingin meretas komputernya.   Dalam beberapa saat hasil terjemah, muncul. “Apa!” Sungguh mengejutkan, tidak ada hasil tentang bahasa itu. Matsunaga langsung kebingungan, sekali lagi dia mencoba mencari makna dari bahasa itu dengan cara paste teks ke dalam kolom pencarian internet, dan hasilnya tidak ada yang menemukannya.   Ini sungguh membingungkan dirinya, hati Matsunaga sudah menetapkan kalau pesan itu adalah sebuah invite dari seorang hackers. Tanpa banyak pikir dia segera menghapus pesan tersebut.   “Eh?” Tapi kembali Matsunaga dibuat bingung dirinya, tidak bisa menghapus email itu. Berulang kali dia mencoba namun selalu saja email tersebut tidak hilang. “Apa ini?” Kecurigaan semakin besar, namun hatinya juga menjadi penasaran. “Apa sebenarnya isi dari email ini?” Meski dihinggapi rasa khawatir dan curiga, Matsunaga sudah tidak bisa menahan rasa ingin tahunya tentang isi dari alamat yang tertera di email tersebut. Terpaksa dirinya mengklik situs tersebut.   Setelah itu, satu situs terbuka dan dia melihat sebuah halaman depan yang mirip seperti login untuk masuk ke dalam game. “Apakah ini game?”   Halaman pertama web itu, begitu identik dengan sebuah halaman dari game sebelum melakukan login. Dirinya disuruh untuk melakukan pendaftaran, ini menandakan kalau dirinya harus melakukan registrasi sebelum masuk ke dalamnya.   Rasa penasaran itu berubah menjadi rasa tertarik, memang Matsunaga adalah seorang yang suka memainkan game bertema MMORPG atau game yang bernuansa petualangan.   “Heeh… sepertinya ini undangan dari sebuah game, mungkin di sini aku bisa bermain menjadi seorang pro player.” Matsunaga langsung melakukan registrasi. Tapi dia bingung, untuk nick name biasanya dia tidak mengisi nama asli. “Hmm… aduh… baru juga mau daftar, tapi sudah kebingungan.” Matsunaga menatap langit-langit kamar. “Nama apa yang bagus? Benar juga!”   Satu nama terlintas di kepala Matsunaga, mulutnya tersenyum lebar. Setelah mengisi seluruh kolom registrasi, segera dia mengklik tombol lanjut.   Hati Matsunga berdebar-debar, menanti sesuatu yang akan dia lihat. Game seperti apa yang dia akan mainkan, wajahnya begitu semangat. “Uh?” Tapi keanehan kembali muncul, layar monitor komputer tidak menujukkan apa-apa hanya sebuah cahaya putih bersih. Matsunaga mencoba untuk melakukan refresh terhadap halaman, mungkin ada kesalahan koneksi.   Namun setelah melakukan hal itu, tidak ada yang berubah. Hanya layar putih bersih, bahkan cursor tidak muncul di layar.   “Apa ini?” Matsunaga mulai merasa panik, dia mencoba untuk mencari solusi. Hanya satu cara yang bisa dia lakukan, yaitu melakukan shutdown secara paksa terhadap komputernya. Resiko bisa saja komputernya akan rusak, tapi tidak ada pilihan lain dirinya segera melakukan hal tersebut.   Suasana menjadi hening.   “Huh… sudah aku duga kalau, itu adalah sebuah virus atau halaman khusus yang dibuat untuk mendapatkan informasi dari pengguna internet. Sial!” Matsunaga merasa kesal, setelah hari beratnya dipecat dirinya harus berhadapan dengan situs yang bisa saja mengambil seluruh identitas dan komponen informasi penting di dalam komputernya.   Tiba-tiba, tepat di depan mata kepala Matsunaga layar monitornya hidup sendiri. Padahal dirinya belum menyentuh tombol power.   “Apa yang terjadi?” Setelah berkata seperti itu, layar mengeluarkan cahaya terang hingga membuat matanya menjadi sakit. Seketika tubuh Matsunaga seperti melayang, lalu dia merasa seperti jatuh cepat ke bawah. Matanya tertutup untuk bersiap terhadap benturan yang akan segera dia dapatkan. Perlahan Matsunaga membuka matanya. Langsung pikirannya dibuat bingung, karena seluruh ruangan yang dia lihat berbeda daripada ruangan kamarnya.   Berdiri seorang pria berjenggot panjang dan putih, orang itu menatap dirinya dengan sangat serius. __To Be Continued__

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Rise from the Darkness

read
8.6K
bc

Marriage Aggreement

read
87.0K
bc

Pulau Bertatahkan Hasrat

read
640.0K
bc

Rebirth of The Queen

read
3.7K
bc

FATE ; Rebirth of the princess

read
36.0K
bc

Life of An (Completed)

read
1.1M
bc

Scandal Para Ipar

read
708.0K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook