Lampu di ruang kerja Maksimov berpijar temaram. Dari luar, siapa pun yang mengintip hanya akan melihat bayangan seorang pria yang duduk menekur di depan meja kayu besar, tampak khusyuk dengan sebuah kitab suci yang terbuka. Di ruang tengah, Sarah yang baru saja terbangun untuk meminum air, tersenyum tipis melihat suaminya begitu tekun. Ia tidak ingin mengganggu "Mas Maksim" yang sedang berbenah diri. Namun, di balik keheningan itu, kenyataan jauh lebih dingin. Di telinga kiri Maksimov, sebuah earpiece nirkabel yang sangat kecil terus berdesis, menyalurkan suara napas berat dan langkah kaki yang bergesekan dengan lantai beton. "Target pertama sudah terkunci, Tsar," suara Viktor terdengar statis. "Dia adalah penghubung logistik Petrov di Asia Tenggara. Sekarang dia sedang berada di

