-Aisya Rumi POV- Kalian benar, tanpa disadari aku sedang menyakiti hatiku sendiri. Dengan merelakanmu dan menyuruhmu menikahi perempuan lain yang sangat mencintaimu. Mencintaimu karena sebuah alasan yang logis, sedangkan aku? Aku sendiri tidak mengerti perasaanku saat ini. Dia mencintaimu, dan dia berhak mendapatkanmu. Perempuan itu berhak mendapat kebahagian darimu, sudah cukup kepedihan dan penyesalan masa lalunya, kini saatnya dia mendapatkan kebahagiaan dari laki-laki sepertimu yang aku yakini akan membalas cintanya, lambat laun. Ini salahku memang, membiarkan perasaan ini terus mengalir tak beraturan dan tak bertitik temu. Yang hanya bisa mendoakanmu dalam diam, memperhatikan setiap lekuk bibirmu dan menyimpannya dalam memori ingatanku. Ini memang salahku, membiarkanmu masuk dalam

