-Author POV- "Ais sudah tidur?" Tanya Ilham yang sedang ada diruangtamu, menunggu Rumi dan Maila menidurkan Aisya dikamarnya. "Sudah, kamu bisa pergi sekarang kok." Ucap Rumi, dia ingat janji laki-laki itu untuk menemui Haida ditaman kota. "Kamu mengusirku?" Sela Ilham dengan wajah santainya sembari duduk disofa dan ditangannya ada sebuah tab, dia sedang sibuk mengecek email yang dikirim oleh sekretarisnya. "Bukan bermaksud seperti itu. Aku hanya mengingatkanmu kalau punya janji dengan calon istrimu ditaman kota." Ucap Rumi menjelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman. "Aku ingat itu. Setelah ini aku akan kesana, tidak perlu mengingatkanku." Ucap Ilham yang masih fokus dengan tab ditangannya. Rumi mendesis. Dia kan hanya ingin mengingatkan, malah dapat omelan. "Mending tadi ga

