Prolog

230 Words
Aku benar-benar syok berat mendengar kabar dari beberapa sahabat karibku melihat suami yang kucintai bersama wanita lain. Ingin aku percaya pada mereka, tetapi, aku harus mencari bukti nyata yang membuktikan jikalau suamiku benar-benar telah berselingkuh. "Mas, besok jadi pergi keluar kotanya?" tanyaku pada Mas Gavin, saat ia berada di rumah. Kedua matanya fokus menatap layar di ponsel yang ia genggam. "Ya," jawabnya singkat. Begitu fokusnya ia menatap ponselnya. Seakan-akan ada sesuatu yang menarik di sana. Sebuah rahasia besar yang tidak aku ketahui. "Sudah disiapkan belum pakaian yang akan dibawa?" Tanyaku lagi. Sambil duduk di sampingnya. Merebut ponsel di tangannya. Mas Gavin mendelik. Sorot matanya tajam sekali saat ponselnya aku rebut dari tangannya. "Kembalikan ponselku, Mala!" katanya dengan nada memerintah. "Mas bisa tidak, sih, fokus sebentar saja. Aku sedang berbicara padamu, Mas." Aku mengoceh padanya. Meminta kesediaannya untuk fokus saat aku sedang berbicara padanya. Tahu apa yang dilakukan suamiku? Ia menyambar ponselnya dari tanganku, kemudian berlalu pergi meninggalkanku. Langkahnya terhenti beberapa meter, berbalik arah padaku dan berkata, "Aku lelah. Ingin beristirahat, besok aku harus pergi bekerja lagi!" Ucapannya yang terdengar ketus itu hanya bisa aku dengar sambil mengelus d**a. Begitulah Mas Gavin, ia begitu banyak berubah ketika aku tidak lagi menarik di matanya. Aku yang sekarang baginya mirip seperti beruang hutan yang gendut dan jelek. Menyeramkan. Inilah aku, si kutilang darat yang berubah menjadi beruang hutan yang gendut. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD