US 02

1004 Words
Letta kini dengan bersusah payah membopong seorang laki-laki dengan tubuh tinggi besarnya ke sebuah kamar yang entah berada dimana, padahal dirinya juga sedang dalam keadaan mabuk dan Letta dengan jiwa saling membantu nya  membawa orang mabuk pula “Apa Bisa Anda katakan di mana kamar Anda berada? " tanya Letta untuk kesekian kalinya pada laki-laki yang kini hanya tertunduk dan mengikuti langkah Letta, Letta tidak tahu harus membawa laki-laki tersebut ke kamar mana membuat Letta akhirnya hanya menyusuri lorong kamar di lantai yang kini tempat Letta berada " Sebenarnya dia minum Berapa banyak sampai tidak sadarkan diri seperti ini."ucap Letta kembali sambil terus menyeret langkahnya yang terlihat sangat kesusahan untuk menyeret tubuh besar laki-laki tersebut yang akhirnya ketika sampai di pintu lift Letta mencoba untuk mengorek jas yang laki-laki tersebut kenakan kata Berharap ada satu petunjuk bagi dirinya untuk membawa laki-laki tersebut yang kini hanya bergumam tidak jelas sambil terus merangkul Letta dan akhirnya Dewa keberuntungan berpihak pada Letta ketika mendapatkan kunci yang merupakan kunci kamar laki-laki tersebut Yang ternyata berada di kamar VVIP hotel ini, membuat Letta mengerjapkan matanya beberapa kali ternyata laki-laki di sampingnya ini bukan laki-laki sembarang.  Letta akhirnya menekan tombol lift dengan lantai tertinggi untuk membawa laki-laki tersebut menuju kamarnya dengan sedikit bersusah payah dan membutuhkan waktu beberapa menit akhirnya Letta sampai di depan pintu kamar tersebut setelah itu memasukkan kunci kamar dan akhirnya menyeret kembali laki-laki tersebut untuk dia baringkan di atas kasur King size yang empuk dengan bulu angsa sebagai selimutnya membuat Letta tidak menyangka jika berat tubuh laki-laki tersebut akan menyeretnya ikut terjatuh ke atas tempat tidur tersebut. Letta langsung melepaskan rangkulan tangan laki-laki itu dan mencoba untuk menegakkan tubuhnya, Letta mulai mencoba untuk memfokuskan dirinya kembali pasti saat ini Mia sudah menunggunya dengan taksi online yang akan Letta pesan namun Letta malah masih berada di kamar VVIP dengan segala kemewahannya membuat Letta lupa sejenak dengan urusannya " Aku rasa harga sewa kamar ini setara dengan 6 bulan gaji ku.” gumam Letta sambil terus mengitari pandangannya namun detik berikutnya ketika Letta hendak berbalik tiba-tiba sebuah tangan besar mencengkeram lengannya membuat Letta akhirnya jatuh ke atas tubuh pria tersebut membuat Letta langsung membulatkan matanya ketika dengan jelas melihat wajah yang sedari tadi hanya menunduk tersebut, Letta mengulurkan tangannya setelah itu menarik anak rambut yang menutupi kening laki-laki tersebut setelah itu membekap mulutnya ketika menyadari bahwa laki-laki yang kini berada di bawahnya itu adalah bosnya sendiri membuat Letta hendak berdiri namun tiba-tiba tangan besar tersebut malah menahan nya dan menarik pinggangnya semakin dekat  " Jangan pergi Ara, temani aku malam ini. "gumam laki-laki itu yang Letta tahu bernama Marco  “Maaf pak saya bukan Ara saya Letta. " Jawab Letta dengan polosnya membuat Marco hanya bergumam dalam tidurnya, Letta kemudian dengan perlahan mencoba untuk melepaskan cengkeraman dari Marco namun detik berikutnya Letta malah merasakan jika tubuhnya terangkat setelah itu Marco membalikkan posisi Letta dengan Letta yang kini dengan wajah terkejut dan mata membulat menatap kearah Marco yang menindihnya  " Ara aku mohon jangan tinggalkan aku malam ini, selama seminggu ini kau benar-benar sudah menyiksaku Ara. " ucap Marco yang kini menatap Letta yang hanya bisa mengerjakan matanya, Letta tidak mengerti dengan situasi yang kini menimpa dirinya  " Tapi Pak saya sudah bilang bahwa__ "ucapan Letta terhenti ketika tiba-tiba saja Marco membungkamnya dengan ciuman yang langsung membuat tubuh Letta membeku saat itu juga, Marco langsung menyerang bibir Letta dengan begitu rakusnya membuat Letta bahkan tidak bisa hanya untuk mendorong tubuh yang kini mendidihnya tersebut bahkan untuk mengambil nafas saja rasanya sulit bagi Letta ketika Marco dengan semua yang dipikirkan yang mengira bahwa Letta adalah seseorang bernama Ara, Marco sepertinya sedang menumpahkan rasa Rindunya kepada Ara membuat Letta hanya bisa terdiam menerima apapun yang saat ini Marco lakukan padanya. menerima Bagaimana ciuman tersebut kini beralih menuruni rahang dan juga lehernya, Letta tidak tahu apa yang dia pikirkan ketika malam itu  berlalu sangat panjang menjadi malam yang Bahkan tidak pernah Letta bayangkan akan menjadi satu penyesalan teramat besar dalam hidupnya ketika laki-laki yang Bahkan tidak dia kenal sedikit pun mengambil sesuatu yang sangat berharga dalam dirinya yang selama ini dia jaga, malam di mana Letta merasa jika seluruh tubuhnya terbakar begitu saja ketika tangan kekar Marco mengelus setiap inci kulitnya dengan Mendamba dan seolah memuja. Entah apa yang sedang dia bayangkan saat ini Namun Letta hanya bisa menerimanya dan ikut terbuai dengan apa yang Marco lakukan padanya bahkan ketika Marco mulai bergerak diatasnya membuat Letta mencengkeram kain sutra yang menjadi alas bagi Letta dengan begitu kuat membuat gerakan Marco terhenti ketika menyadari sesuatu yang membuat kesadarannya kembali untuk sesaat, menatap lekat wajah wanita yang saat ini tidak dia kenal sedikit pun  "Kau Bukan Ara? " tanya Marco membuat Letta hanya bisa memejamkan matanya sambil menahan sakit pada bagian bawah tubuhnya " Tapi aku tidak peduli karena kau sudah berada dalam genggamanku malam ini jadi tidak ada jalan untuk kembali." lanjut Marco kembali setelah itu melanjutkan apa yang dia hentikan sebelumnya bergerak di atas  Letta menumpahkan semua hasrat dalam tubuhnya membuat Letta bahkan tidak kuasa untuk tidak menitikkan air matanya melewati malam yang sangat terasa dingin menyentuh kulitnya tersebut Sampai akhirnya Letta merasakan sesuatu yang meledak di dalam dirinya membuat Letta merangkul kan tangannya pada bahu Marco setelah itu mencengkeram dengan kuat meninggalkan goresan pada punggung laki-laki tersebut ketika Marco mempercepat gerakannya dan detik berikutnya ambruk diatas tubuh Letta yang terasa sangat remuk karena perbuatannya tersebut, sampai akhirnya Marco berguling untuk menarik Letta ke dalam pelukannya “  Tidurlah Aku sangat lelah. " Gumam Marco sambil menarik pinggang Letta ke dalam pelukannya membuat Letta mau tidak mau memejamkan matanya yang terasa berat dan juga lelah, Letta tidak tahu pagi seperti apa yang akan dia hadapi esoknya namun saat ini Letta hanya bisa memejamkan matanya berharap bahwa semua ini hanyalah sebuah mimpi ketika dirinya sedang mabuk dan esok pagi dia terbangun di dalam apartemen Mia, itulah yang Letta harapkan saat ini dan semoga saja Tuhan mendengar doa nya ini sampai akhirnya sebuah kecupan lembut pada puncak kepala Letta mengantar Letta pada dunia mimpi tersebut. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD