Us 03

1073 Words
Marco terus Menatap layar datar di hadapannya dengan pandangan Kosong bukan email-email yang masuk yang saat ini tengah dia perhatikan namun bayangan seorang wanita yang menemani malamnya beberapa minggu ke belakang terus memenuhi isi kepalanya membuat Marco bahkan tidak bisa tidur nyenyak hanya karena bayangan wanita yang wajahnya saja tidak terlalu Marco ingat, namun bagaimana lembut kulitnya saat disentuh dan manisnya bibirnya masih terpatri dengan jelas di dalam ingatan Marco bahkan mungkin dengan harum tubuhnya saja yang alami Marco bisa mengenali wanita tersebut " Jadi kau sudah membaca email dari Abraham? " tanya seseorang yang berada di seberang Marco membuat Marco akhirnya mengalihkan pandangannya menatap ke arah sahabatnya tersebut yang entah Kenapa selalu saja berada di kantornya saat jam kerja seperti ini "Berhentilah berkeliaran di kantorku, ini masih jam kerja apa kau tidak mempunyai pekerjaan, apa Kau terlalu santai sehingga kau terus berkeliaran di hadapanku? "Tanya Marco membuat Jonas hanya mengangkat bahunya acuh  “beginilah calon pewaris kekayaan dari milis Group, aku tidak perlu mengkhawatirkan tentang semua beban berat yang ada di pundak ku ini, dengan hanya aku menunjuk orang-orang saja mereka sudah mengerjakan apa yang aku ingin kan "ucap Jonas sambil meneguk minuman yang berada di tangannya membuat Marco berdecak dengan kesal "kalau begitu lebih baik kau tetap berada di kursi kebesaran mu  itu sebelum seseorang menarik mu dengan paksa dan menempatinya” ucap Marco kembali membuat Jonas hanya tergelak seolah meremehkan perkataan dari sahabatnya tersebut " di sini yang harusnya khawatir itu dirimu bukan aku” ucap Jonas kembali membuat Marco mengerutkan keningnya " jangan mencoba-coba untuk menyamaman diriku dengan mu  "ucap Marco sambil kembali mencoba untuk memfokuskan dirinya kepada layar datar di hadapan nya “Sudahlah, jangan kau sembunyikan lagi kau itu tidak pandai menyembunyikan rahasia apapun dariku, Bukankah beberapa minggu yang lalu saat pesta anniversary perusahaanmu ini kau tidur dengan seorang wanita, bagaimana kabarnya? "Tanya Jonas yang memang seperti yang dia katakan Marco Tidak bisa menutup rahasia apapun dari sahabatnya tersebut yang entah terlalu cerdik atau memang terlalu santai untuk mengurusi Masalahnya "aku tidak tahu" jawab Marco seadanya membuat Jonas menegakkan tubuhnya "Apa Ara tahu?" Tanya Jonas kembali membuat Marco menghembuskan nafas panjangnya  "Jika saja dia tahu saat ini aku tidak akan duduk tenang di kursi kebesaranku ini kau tahu itu" Jawab Marco kembali membuat Jonas mengangguk mengerti dengan apa yang dikatakan oleh sahabatnya tersebut, bisa dikatakan cinta Marco dan Ara adalah satu ikatan cinta mati yang membuat keduanya tidak bisa dipisahkan tapi Dengan bodohnya sahabat di depannya itu bisa bisanya tidur dengan wanita lain beberapa minggu yang lalu “ Bukankah seharusnya kau mencari tahu wanita itu? "Tanya Jonas membuat Marco terdiam " Ya aku tahu kau tidak mempermasalahkan tentang Masalah sepele ini tapi harus kau ingat kau itu adalah salah satu laki-laki yang banyak diincar baik itu oleh perempuan dan laki-laki dan tidak juga sedikit pula yang ingin menghancurkan mu, apa kau tidak takut salah satu dari orang yang tidak suka melihat kejayaan mu itu adalah wanita yang kau tidur itu, bisa saja dia saat malam itu dia mengabadikan momen kalian dan tiba-tiba saja muncul dan mempublikasikan nya ke publik, aku tidak bisa membayangkan Bagaimana kejadian yang akan Kau terima "ucap Jonas membuat Marco terdiam tentu saja hal tersebut juga terpikirkan olehnya tapi tidak se menyeramkan ketika Jonas mengatakannya dengan nada yang dibuat semenakutkan itu “Berhentilah untuk berbicara omong kosong wanita itu tidak akan melakukan apapun dia hanya wanita biasa yang entah kenapa bisa ada bersamaku malam itu" ucap Marco mencoba untuk berpikir positif tapi sepertinya sahabatnya tersebut belum selesai untuk menakut-nakuti nya "atau jangan-jangan dia adalah salah satu wanita yang kau tolak sebelumnya dan dia memberikan rekaman kalian berdua kepada Ara" ucap Jonas kembali membuat Marco sudah mulai jengah  "Jika dia melakukannya sudah dari minggu minggu yang lalu Ara mengincar kematianku tapi sampai saat ini dia masih tenang di sampingku "ucap Marco kembali membuat Jonas pun mencoba untuk memikirkan sesuatu Bagaimana mungkin bisa ada seorang wanita yang masih berdiam diri sampai saat ini setelah melewatkan malam dengan seorang Marco Jovanka Bukankah itu pulang yang bagus untuk dia mengubah hidupnya pikir Jonas " Tapi firasatku mengatakan bahwa kau harus mencari wanita itu setidaknya cari tahu apakah dia hamil atau tidak” ucap Jonas yang Memang sebelumnya tidak terpikirkan olehnya akan mengatakan hal tersebut namun hal tersebut malah membuat Marco tersentak seolah mengingat sesuatu pada malam itu yang membuatnya akhirnya mengumpat yang langsung terdengar oleh Jonas  "sialan" umpat Marco membuat Jonas langsung menegakkan tubuhnya  "ada apa, di sudah menyerangmu? " tanya Jonas membuat Marco mengusap wajahnya kasar "malam itu Aku tidak memakai pengaman" ucap Marco membuat Jonas  terdiam mulai mengetahui apa yang akan mereka pikirkan Selanjutnya  "ya feelingku benar kau harus mencarinya setidaknya lihat rekaman CCTV untuk menemukan wanita itu "ucap Jonas kembali membuat Marco Teringat saat pagi di mana malam tersebut terjadi jika Cinderella  meninggalkan sepatu kacanya pada seorang pangeran dan wanita itu yang entah siapa namanya meninggalkan pakaian dalamnya yang berwarna merah cerah di atas ranjang, membuat Marco Tidak habis pikir Apa yang dipikirkan oleh wanita yang tiba-tiba saja kabur setelah bercinta dengannya semalam Apakah dia takut, syok atau apapun itu membuat Marco Tidak mengerti “aku tidak mungkin mencarinya hanya dengan menggunakan pakaian dalam bukan "gumam Marco kembali tidak tahu apa yang harus dia lakukan untuk mencari wanita malam yang bersama dengannya “Apa kau mengatakan sesuatu?" Tanya Jonas kembali membuat Marco hanya mengabaikannya dan beranjak dari duduknya "Hai aku belum selesai berbicara denganmu kita harus menyusun rencana untuk menemukan wanita itu" ucap Jonas membuat Marco malah mengangkat tangannya "kembalilah ke perusahaan mu, aku bisa mengurus urusan ku sendiri dan satu hal lagi jangan coba-coba untuk membahas hal ini dengan Ara, jika dia tahu aku tahu betul Siapa yang harus dipersalahkan "ucap Marco dengan Aura dingin dan juga Aura membunuhnya membuat Jonas hanya bergidik ngeri melihat sahabatnya tersebut " ya Baiklah aku percaya  padamu “ ucap Jonas setelah itu kembali membalikkan tubuhnya meneguk minuman yang tinggal satu tegukan lagi  "sepertinya kisah percintaan dari sahabatku ini akan mulai menarik ke depannya entah apa yang akan dia lakukan kepada Ara dan juga wanita itu jika benar-benar terjadi sesuatu hal yang menakjubkan" ucap Jonas sambil menarik sudut bibirnya seolah benar-benar menantikan hal yang saat ini dia bayangkan. tentu saja karena selama ini Marco hidup dengan tenang  tanpa ada masalah yang membuat Jonas merasa jika hidup dari sahabatnya tersebut terlalu monoton setidaknya dengan ada wanita satu malamnya itu bisa memberikan sedikit lebih berwarna pada kehidupan sahabatnya tersebut pikir Jonas
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD