GERBANG MASUK WILAYAH SURGA

1901 Words
Perjalanan kloter pertama telah mencapai angkasa yang tinggi dan luas. Pemandangan benda2 langit di angkasa begitu indah mempesona. setelah hampir satu hari perjalanan, laju kendaraan mengarah pada suatu gugusan cahaya berwana - warni, yang sangat menarik perhatian seluruh mata yang memandang. Semakin mendekati semakin jelas ada sebuah dinding melintang dari arah timur hingga arah barat. Semua orang tidak tahu ada apa dibalik dinding tersebut. Dinding raksasa diangkasa itu terdapat gerbang - gerbang besar berpendar cahaya lembut. Seluruh kendaraan yang melayang di angkasa itu terhenti dan berbaris rapi didepan dinding itu. Komando dan pemandu perjalanan kembali memberi arahan melalui alat komunikasi yang ada di setiap kendaraan. " Perjalanan telah sampai pada gerbang surga. Setiap orang akan memasuki gerbang berdasarkan tingkatan surga yang akan dihuninya." " Setiap orang beserta kendaraannya akan diberi kesempatan untuk melalui gerbang itu lalu menuju didalam surga." Sementara itu didalam kendaraannya Sutejo masih ikut mengantri dibarisan agak belakang. Pandangannya tak lepas dari kendaraan yang dapat masuk menembus masuk ke dalam gerbang yang berbeda - beda. Sutejo masih belum mengerti mengapa ada sebuah kendaraan dengan banyak pilihan gerbang yang dapat dimasuki, ada pula hanya satu gerbang saja yang dapat dilewati oleh suatu kendaraan. Sekian lama menunggu antrian satu persatu dari semua rombongan yang ada, akhirnya Sutejo mendapat giliran untuk melewati gerbang surga. Kendaraan yang ditumpangi maju beberapa meter dari batas antara antrian yang lain. Dari dalam kendaraan ia melihat dua sosok malaikat bersayap putih datang menghampirinya. Kaca kokpit terbuka, kedua malaikat memberi salam kepada Sutejo. " Keselamatan atasmu telah sampai ditempat ini tuan" " Gerbang ini adalah, karunia Allah SWT, bagi hamba - Nya untuk dapat memasuki surga." " Gerbang berjumlah sebanyak jenis amal kebaikan yang pernah dilakukan oleh para manusia dan hanya akan membuka bagi orang melakukan amal kebaikan itu saat didunia. " kata para Malaikat menjelaskan apa yang ada dihadapan Sutejo. " Kamu tak dapat melewati dndiing ini kecuali telah tersedia satu atau lebih, gerbang yang terbuka khusus untukmu" " Silahkan datangi gerbang - gerbang yg ada, mana yang terbuka itulah jalan dan derajatmu amalmu Yanga akan membawamu dapat masuk didalam surga" seru malaikat memerintahkan Sutejo untuk mencari sendiri gerbang masuk untuknya. " Baik akan saya cari gerbang yang akan terbuka untukku." jawab Sutejo. Bagian atas gerbang - gerbang terdapat nama bertuliskan huruf Arab yang dapat dibaca oleh siapapun yang telah ada ditempat tersebut. Sutejo mengarahkan kendaraannya pada pintu paling lebar bertuliskan " Pintu Sholat fardu". Setelah didekati pintu tak sejengkalpun mau terbuka, " Kok gak mau membuka ya, mungkin sholat ku dulu sering tidak tepat waktu, bahkan pernah ada yang terlewatkan. Ada lagi pintu bertuliskan " pintu sedekah" Pintu mungkin yang akan membuka, Sutejo mengarahkan tujuannya ke pintu sedekah. " Tiap Jum'atan aku kan sedekah ke masjid " pikir Sutejo penuh ekspetasi. Begitu didekat pintu tidak juga membuka. " Waduh kok gak lolos juga nih, apa karena dulu aku sedekahnya cuma Rp.5000 perak" pikirannya mulai kalut. Matanya melirik kearah "Pintu puasa". Dihampiri dan berharap bisa terbuka untuknya. Namun lagi - lagi pintu gak mau terbuka. Mungkin dulu puasa bulan ramadhan nya bolong - bolong gak sampai genap satu bulan. Sekian lamanya Sutejo dengan kendaraannya mendatangi satu pintu ke pintu lainnya, dan masih belum berhasil menembus dinding pembatas menuju surga diangkasa. Puluhan gerbang telah dihampiri, namun belum ada satupun mau terbuka untuknya. Sutejo berhenti sejenak untuk menenangkan diri dan mengingat - ingat dahulu amalan apa yang paling menonjol dilakukan ketika didunia. Dalam kondisi tak menentu itu, tanpa disadarinya datanglah lelaki jelmaan Al Qur'an yang sebelumnya pernah menemaninya menyebrang jembatan Shirath. " Kok masih disini, sedang nunggu apa Bos ?" Ledek jelmaan Al Qur'an seolah tak tahu masalah yang dialami Sutejo. " Aku mau melewati gerbang surga, sudah hampir seharian mencari l gerbang untuk aku masuki, namun tak satupun l ada yang membuka untukku." Jawab Sutejo sedikit lesu. " Bos bisa seumur hidup menyusuri ribuan gerbang - gerbang itu, jika tak memanfaatkan alat serta tak memakai petunjuk arah yg benar " " Alat apa dan Peta petunjuk arah yg bagaimana ? Disini aku tak punya GPS Hp android," " Hohoi, Bos lupa apa gak tahu, kalau semua calon penghuni surga diberi fasilitas super canggih melebihi yg ada di dunia, termasuk GPS utk menemukan gerbang masuk kedalam surga" " Udah cepat sini kasih tahu cepat, gimana caranya biar aku bisa menemukan pintu terbuka untukku" jawab Sutejo mulai semangat lagi untuk menemukan pintu gerbangnya." " Baiklah, memang ini tugasku menolong orang yang mengalami kesulitan disaat seperti ini, karena dahulu pernah membaca dan mengamalkan ayat - ayat Al quran " " Coba buka kitab Illiyyin mu, tulisan amal yang tertulis dgn huruf tebal disertai garis bawahnya. Itulah amal spesialmu yang akan membuat gerbang tersebut akan terbuka" ujar jelmaan Al Qur'an memberikan petunjuk. Dibuka dan dicarilah catatan yang dimaksud itu pada kitab illiyin, setelah yakin ada tulisan berhuruf tebal dan digaris bawahi. Sutejo berkata, " Ada Beberapa nih pertama " Thaubatan nashuha" Kedua " zikir" adakah pintu itu ?" Lalu bagaimana cara mencarinya ?" " Sekarang nyalakan display GPS diatas kokpit, lalu searching kata itu" Setelah otak atik display kokpit Sutejo menyahut, " Ok sudah ada nih, aku pilih pintu " Thaubatan nashuha " , keterangan letaknya ada di 950° bujur timur arsy, 115 ° lintang galaxy" " Gak perlu ribet Bos, klik aja tujuan lalu kendalikan kendaraan dgn mode auto pilot, dijamin pasti sampai kesana" " Oh begitu caranya, makasih ya atas semua pertologanmu, aku ingin segera melanjutkan perjalanan ini, apa kamu masih mau temani aku lagi ?" " Gak usah, tugas saya selesai disini dan mudah - mudahan tak ada masalah lagi bagi bapak." Jawab Jelmaan Al Qur'an dengan tersenyum. Sutejo langsung tancap gas dan melambaikan tangan kepada jelmaan Al Qur'an. Lelaki jelmaan itu membalas juga dengan lambaian dan perlahan menghilang entah kemana. Ribuan pintu gerbang dilewati begitu saja, fokus Sutejo adalah satu pintu saja yang pasti terbuka untuknya. Tak lama kemudian mata pak Tejo melihat sebuah gerbang dengan lalu lintas masuk paling padat. Gerbang itu telah terbuka lebar serta mengeluarkan sorotan cahaya terang dari dalamnya. Sutejo telah sampai didepan Pintu yang bernama " Thaubatan nashuha " dan kendaraan yang ditumpanginya tanpa halangan meluncur memasuki pintu itu bersama kendaraan lain ikut pula memasukinya. Setelah memasuki pintu, kendaraan masih menyusuri lorong panjang hingga akhirnya mendarat di ujung gerbang dekat pos besar yang dijaga oleh beberapa Malaikat. PENANTIAN PANJANG SANG RATU BIDADARI Ketika tiba di pintu gerbang surga, wajah Sutejo begitu semringah, hilang sudah lelah dan ketakutan yang sudah dialaminya ketika menjalani proses demi proses sebelum sampai pada tujuan akhir yang dinantikan. Namun sepertinya tak secepat itu taman surga akan menjadi miliknya. Ketika check in di gerbang surga, kali ini kok ada rasa was -was, melihat sorot mata malaikat penjaga surga. Sebelum sempat dia bertanya lebih lanjut, Sutejo dikagetkan dengan sapaan kurang ramah. "Hebat sekali, Kamu bisa lolos hingga sampai disini, tapi jangan terburu - buru, karena ini ada vonis buatmu mampir ke neraka dulu selama 1000 tahun", kata Malaikat customer service pintu masuk surga. " Loh.... dosa apa yang membuatku kena hukum seperti itu ? " " Sewaktu didunia, Kamu pernah melalaikan keluargamu, dan bermaksiat bersama wanita yang belum dihalalkan bagimu. " Jawab Malaikat customer service gerbang surga itu. Pikiran Sutejo mengingat kembali akan seorang karyawatinya yang dulu pernah dia selingkuhi. Tanpa sempat mengajukan esepsi pembelaan diri, kedua lengannya langsung dipegang dan dibawa menuju neraka. Gerbang neraka terbuka, hawa panas dan bau tak sedap langsung menerpa. Ketika Sutejo akan dilemparkan, tiba - tiba terdengar suara " Hentikan, jangan dimasukan ke neraka orang itu ! " " Dia dibebaskan berkat permohonan salah satu penghuni surga yang dikabulkan oleh Allah SWT. Dan sekarang diperintahkan untuk dimasukan dlm surga !" Sutejo lalu diserahkan pada Malaikat lain untuk diantarkan ke surga. "Terimakasih ya Allah, aku dibebaskan dari vonis 1000 tahun dari siksa neraka. Sekarang aku bersiap menuju surga yang Engkau berikan kepadaku" Begitu gembira Sutejo mensyukuri nikmat yang baru didapatkan. Tiba masuk gerbang istana surga miliknya, telah berjejer para pemuda tampan dan pemudi - pemudi cantik menyambut dengan senyum ceria serta salam penghormatan. Sutejo sangat kagum & terharu dengan apa yang dialaminya, lalu bertanya kepada Malaikat yang menghantarkan. " Siapa mereka ? Itukah wujud para bidadari ? " Bukan,.mereka hanya pelayan istanamu , bidadari ada di dalam 72 kamar terpisah masing - masing didalam istanamu ' " Waaw, ..." Tanpa sadar mulutnya terbuka, takjub kegirangan dalam hati. Masuk dalam istana, Sutejo disambut 72 bidadari di aula luas istana, telah tersedia pula berbagai makanan dan minuman layaknya akan diadakan pesta besar menyambut tamu agung.Terbelalaklah mata Sutejo, melihat pemandangan menakjubkan didepan mata. Satu persatu para bidadari diperhatikan, semuanya begitu cantik mempesona terbalut dalam pakaian sutra yang indah. " Ma'af tugas kita selesai disini tuan adalah raja istana ini, silahkan nikmati karunia yang telah diberikan, kami pamit dahulu." Kata Malaikat penghantar Surga. " Oh, begitu makasih sudah diantar ke istana milik saya, salam juga utk yang lain" sahut Sutejo mulai percaya dirinya adalah raja pemilik istana. Tak menunggu lama setelah malaikat pamitan, pesta perayaan pertama Sutejo di istana surga bersama 72 bidadari berlangsung super meriah, serta memberikan kepuasan kenikmatan tanpa batas. 100 tahun lamanya, Sutejo menikmati aneka ragam keindahan dan fasilitas disurga, sifat manusia muncul kembali, dia berkata kepada bidadari yang menemaninya bahwa ingin merubah bentuk istana agar lebih indah. Para bidadari itu menjawab, " itu sangatlah mudah, namun selain istana ini sebenarnya masih ada 2 istana beserta isinya ditempat lain yang tersedia bagi kakanda." " Subhanallah, ada 2 istana lagi untukmu, dimana itu ?" " Jika berkehendak, akan kami hantarkan kakanda ke istana yang kedua ! " " Hayook, siapa takut" jawab Sutejo penuh antusias. Jaraknya menuju istana ke dua sekitar 1 tahun cahaya tapi ada kendaraan khusus nan canggih & mewah hanya butuh waktu tak sampai 10 menit. Maka sampailah rombongan ke istana ke 2 dengan bentuk dan suasana agak berbeda, namun tak kalah indahnya. Singkat cerita pesta besar kembali digelar menyambutnya kedatangan sang raja. Dilanjutkan dengan mengunjungi istana ketiga. Dalam suasana berpesta ria dalam istana yang ke 3, Sutejo duduk bengong teringat kembali ketika dirinya akan diceburkan dlm neraka namun ada seorang penghuni surga memohonkan untuk membebaskan dirinya. Melihat Sutejo yg murung para bidadari langsung berkerumun mengelilingi lalu bertanya, " Kenapa murung, apakah kami kurang membuat Kakanda bahagia ? " " Bukan , bukan begitu, akan tetapi aku hanya ingin tahu siapa orang yang memohon kepada Allah SWT dan memberikan semua ini kepadamu. " Ampun Kakanda, orang yang meminta pembebasan bagi Kakanda adalah Ratu kami" " Ratu bagaimana ? Gak mudeng aku " " Iya, kami memang bidadari - bidadari sebagai istri Kakanda di surga ini, namun ada ratu kami bidadari yang tercantik dan terindah yang menjadi pemimpin kami, orang itulah yang telah membebaskan Kakanda dari siksa neraka untuk dimasukkan ke dalam surga " " Sungguh aku sangat bersalah telah melupakan jasa Ratumu, sedangkan aku telah menikmati semua yang ada disini." Kata Sutejo, Dlm hatinya bergumam :" para bidadari yang menemaninya selama ini, sudah begitu cantik jelita serta menyenangkan hati bagaimana dengan Ratunya," " Apakah Kakanda ingin bertemu dengan Ratu kami?" goda bidadari berambut pirang dengan suara manja. " Dimana, bolehkah ?" Gugup Sutejo tersentak dari imaginasi akan kecantikan ratu para bidadari yang menjadi memimpin mereka. " Tentu saja boleh, sang ratu berada di surga ditingkat Platinum, sedangkan jarak dari sini kesana terpaut 2 planet galaksi dilangit. Semua bidadari berdiri didepan Sutejo, kemudian serentak berkata : " Akan kami persiapkan bagi Kakanda, segala protokol, bekal dan sarana untuk perjalanan antar galaksi menuju istana ratu kami"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD