PERSIAPAN MENEMUI SANG RATU

2237 Words
Divisi komunikasi surga reguler menghubungi stasiun komunikasi antar galaksi surga platinum milik Ratu bidadari. Melalui live streaming kepala divisi menyampaikan agar diberi akses langsung ke ruang komunikasi pribadi Ratu bidadari. Setelah menjelaskan secara detail maksud dan tujuan kepada operator komunikasi, kemudian saluran diswitching agar bisa akses langsung ke layar komunikasi pribadi Sang ratu bidadari. Komunikasi live dgn layar lebar terjadi antara Ratu Bidadari dengan bidadari divisi komunikasi surga reguler. - Bidadari komunikasi : " Salam kehormatan dari kami, bagi sri paduka Ratu " * Ratu Bidadari : " Hmm, kuterima salammu sekalian, ada hal apa yang ingin kalian sampaikan kepadaku ? " - Bidadari komunikasi : " Begini....paduka Ratu, Kami telah kedatangan pemilik 3 istana yang kami huni, kamipun telah memberikan pelayanan terbaik, sekarang beliau berkenan untuk dapat bertemu Sri Ratu, demi rasa terima kasih atas penyelamatan yang pernah paduka lakukan pada beliau. * Ratu bidadari : " Oh , begitu .....baiklah akupun telah lama menanti kunjungan beliau kesini, persiapkanlah bagi beliau beserta rombongannya, untuk mengunjungi istanaku. Bidadari komunikasi : " Terima kasih Sang Ratu, siap laksanakan titah paduka Ratu, dan saya sampaikan kabar baik ini kepada Raja kami " Ratu Bidadari : " Lempeng emas bertuliskan lafas " BISMILLAH " sebagai undangan tamu kehormatan bagi Rajamu, akupun akan mempersiapkan penyambutan meriah atas kedatanganya" Bidadari komunikasi : " Baik paduka, salam kehormatan dari kami para bidadari. Diterima lempeng lembaran emas itu oleh Bidadari kepala divisi komunikasi dari sang Ratu melalui layar tersebut. Dihari yang telah dijadwalkan, seluruh penghuni surga reguler sibuk untuk persiapan perjalanan sang Raja untuk berkunjung ke istana sang Ratu bidadari. Persiapan pesawat antar galaksi terdiri dari kendaraan utama bagi sang Raja ( pak Tejo ) dengan 100 kru pesawat, diiringi 3 pesawat induk masing - masing mengangkut 74 Bidadari dari ketiga istana surga reguler. 1000 pesawat pengawal, serta 1 pesawat kargo bermuatan penuh emas & permata sebagai cinderamata khusus untuk sang Ratu Bidadari. Sebelum berangkat kepala transportasi mengumpulkan seluruh anggota rombongan di gedung pertemuan yang sangat megah dan luas. Kemudian menyampaikan laporan tentang persiapan serta teknis perjalanan kepada sang Raja. RATU BIDADARI ITU TERNYATA BERASAL DARI RUMAHMU SENDIRI Dialog antara Raja dan Ratu bidadari berlangsung dramatis. Logika berpikirnya belum dapat menerima kenyataan yang ada. " Mungkinkah kau ini istriku yang dahulu hidup bersamaku didunia ?.... " Jangan bikin GR aku dong... " Kata pak Tejo setengah gak percaya. " Sri Ratu begitu anggun, cantik dan mempesona, jauh sekali dengan tampang istriku." " Apa Sri Ratu jelmaan ataukah reinkarnasi dari istri saya?" " Maaf, biar gak gagal paham, berikanlah bukti yang bisa meyakinkan saya, jika Ratu adalah istri yang dahulu menemani hidup saya didunia !!!" " Baiklah, akan saya tunjukkan sesuatu, yang belum Paduka ketahui" " Allah, telah memasukkan aku ke surga level platinum, sekaligus mengangkat derajatku sebagai Ratu bidadari dengan kemampuan melebihi para bidadari reguler." " Salah satu kemampuanku adalah aku dapat merubah diri menjadi bidadari paling cantik rupawan. Kemampuan berubah fisik itu, akan berpindah ke dalam bayangan pikiran seseorang yang pernah menjadi suamiku didunia." " Nah sekarang cobalah, bayangkan rupa terbaik saya, agar sesuai dengan selera tuan." " Benarkah ?" Melongo mulut pak Tejo ditantang seperti itu. " Oh ya,... Coba tampilkan dirimu sebagai wanita berambut panjang warna ungu, kulit kuning Langsat, memakai gaun batik" Gak pakai lama, Ratu bidadari dengan gerakan badan berputar lemah gemulai, telah berubah menjadi wanita persis seperti permintaan dan bayangan dalam pikiran pak Tejo. Melihat fenomena itu, dari mulut pak Tejo, keluar takbir berkali - kali memuji kebesaran Allah. " Sekarang jadilah wanita Jawa berkebaya keraton" kata pak Tejo. Ratu bidadari menuruti kemauan pak Tejo,.... jreng sekali berputar, muncul wanita keraton Jawa, berbaju berkebaya dihadapannya. " Terakhir perlihatkan sebagai istri asliku ketika didunia" pinta pak Tejo. Tak seperti sebelumnya, untuk perubahan kali ini, tubuh Ratu bidadari berputar - putar bak angin tornado. Pak Tejo sempat ketakutan melihatnya, namun tak lama kemudian putaran semakin melemah, hingga akhirnya berhenti, lalu muncullah wanita memakai daster kembang-kembang yang biasa dipakai oleh ibu - ibu ketika membereskan seluruh pekerjaan isi rumah tangga. Demi melihat peristiwa dihadapannya, pecahlah tangis haru pak Tejo, sambil meloncat, menghampiri dan memeluk erat tubuh asli istri nya yang telah lama tak dijumpainya. Bu Tejo pun tak kuasa menahan air mata haru dan bahagia, telah menemukan kembali sosok suaminya yang telah lama tak berada disampingnya. Masih dalam saling berpelukan haru itu, menyusul dua anak pak Tejo dan bu Tejo ikut dalam rangkulan keluarga menambah suasana keharuan semakin dalam. Keluarga pak Tejo bersama anak cucunya telah berkumpul kembali, bersama didalam surga platinum sang Ratu Bidadari. RAHASIA BESAR MULAI TERUNGKAP Pak Tejo, belum bisa menebak apa menu hidangan yang akan disantap berdua dimeja itu. Ratu bidadari segera membuka semua tutup hidangan satu persatu sambil menyebutkan nama menu yang ada. ** Piring pertama dibuka, taraa,...." Ayam bakar kecap" pasti paduka suka Pada sebuah piring lebar ada " cah kangkung pedas " kesukaan paduka Kuali dibuka " berisi sayur lodeh " Toples terbuka " ada kerupuk udang" " tak lupa sambel cabe ijo" " Sate kambing ' favorit Baginda " Teh poci hangat" " Jus markisa " " Duren Montong" sebagai cuci mulut. " Waah.... Kok bisa pas banget dengan seleraku sewaktu aku ada didunia. Dua ratus tahun sejak di istana surgaku, makanan itu saya kira sudah punah. Ternyata malah disediakan oleh Ratu Bidadari yang tercantik disini" Guman pak Tejo tak dapat menahan kejutan menu makan dari Ratu bidadari. " Ini nasinya tuan raja, kalau kurang nambah sendiri aja jangan malu - malu" Ratu bidadari, menyodorkan sepiring nasi dihadapan pak Tejo . Tanpa canggung lagi, mereka berdua lalu makan bersama dengan lahabnya menggunakan tangan tanpa sendok maupun garpu. Setelah selesai makan dan mencuci tangan, para pelayan dengan sigap membereskan peralatan makan diatas meja. Tak lama kemudian meja menjadi kinclong tanpa ada sisa piring maupun sisa makanan tercecer diatasnya. Sejenak kemudian pak Tejo terdiam, seperti ada sesuatu yang mengganjal perasaannya. " Ada apa tuan Raja, apakah menu makan tadi kurang sedap ?" " Oh tidak, justru sangat lezat, namun menu tadi mengingatkanku sewaktu didunia ketika istriku menghidangkan dirumah untukku" " Dan aku masih pemasaran, apa sebabnya sang Ratu bisa tahu kemudian menyelamatkanku ketika aku hampir dilemparkan ke neraka ? Saat ini aku bersenang - senang sendiri semetara istri dan keluargaku entah dimana." " Saya yakin Sri Ratu, mengetahui sesuatu yang tidak aku ketahui. Bisakah Ratu menjelaskan arti dari semua ini ?" Pinta pak Tejo dengan sedikit memelas. Sang Ratu agak terkejut dengan pernyataan tak terduga dari pak Tejo, dengan suara bergetar berkata : " Apa yang ingin kau ketahui lebih lanjut tentang diri dan keluargamu ?" * Pertama : " Bagaimana Ratu mau dan bisa menyelamatkanku, lalu mengapa kemudian aku diberikan tiga istana surga ? " "Dengarkan Baik - baik wahai tuan Raja, aku hanyalah sebab untuk dirimu, yang menyelamatkanmu adalah keridhaan Allah atas amal kebaikanmu dahulu " " Amal yang manakah ?" " Amal ketika tuan menikahi seorang wanita, lalu mengajarkan Al Qur'an. Kemudian dia menjadi istri yang tekun beribadah, tulus ikhlas mengurus rumah tangga, serta sangat berbakti kepada tuan. Maka oleh karena hasil pengajaran dari itu, istri tuan masuk surga lebih dahulu, kemudian memohonkan selalu ampunan kepada Allah dan berharap untuk dipersatukan kembali dengan suami dan keluarganya, permohonan untuk menyelamatkan tuan dari siksa neraka dikabulkan jua oleh Allah SWT." Penjelasan Ratu bidadari sungguh membuat hati dan pikiran pak Tejo campur aduk tak karuan. " Bagaimana ceritanya bahwa yang menyelamatkan ku malah Sri Ratu, seperti yang dikatakan oleh para bidadari pengiringku, kenapa bukan istriku langsung yang melakukannya ? " " Apakah tuan tak memahami yang tuan alami ? Dan apakah benar - benar tak mengenali saya yang sebenarnya ?" Pak Tejo belum bisa menjawab rentetan pertanyaan itu. Ratu bidadari masih melanjutkan keterangannya. *" Apakah mungkin orang yang tak kenal dengan tuan mau peduli akan nasib tuan diakherat ?" " Siapakah yang dapat memasak dan mengetahui menu makanan kesukaan tuan didunia, lalu dihidangkan untuk tuan disini ?" " Mak....maksud Sri Ratu.." makin gugup pak Tejo menyimak pernyataan Ratu bidadari. Apakah itu artinya Sri Ratu adalah jelmaan istri saya yang dahulu pernah ada didunia ? RATU BIDADARI ITU TERNYATA BERASAL DARI RUMAHMU SENDIRI Dialog antara Raja dan Ratu bidadari berlangsung dramatis. Logika berpikirnya belum dapat menerima kenyataan yang ada. " Mungkinkah kau ini istriku yang dahulu hidup bersamaku didunia ?.... " Ratu jangan bikin GR aku gitu ah... " Kata pak Tejo setengah gak percaya. " Sri Ratu begitu anggun, cantik dan mempesona, jauh sekali dengan tampang istriku." " Apa Sri Ratu jelmaan ataukah reinkarnasi dari istri saya?" " Maaf, biar gak gagal paham, berikanlah bukti yang bisa meyakinkan saya, jika Ratu adalah istri yang dahulu menemani hidup saya didunia !!!" " Baiklah, akan saya tunjukkan sesuatu, yang belum Paduka ketahui" " Allah, telah memasukkan aku ke surga level platinum, sekaligus mengangkat derajatku sebagai Ratu bidadari dengan kemampuan melebihi bidadari reguler lainnya." " Salah satu kemampuanku adalah aku dapat merubah diri menjadi bidadari paling cantik rupawan. Kemampuan berubah fisik itu, akan berpindah ke dalam bayangan pikiran seseorang yang pernah menjadi suamiku didunia." " Nah sekarang cobalah, bayangkan rupa terbaik saya, agar sesuai dengan selera tuan." " Benarkah ?" Melongo mulut pak Tejo ditantang seperti itu. " Oh ya,... Coba tampilkan dirimu sebagai wanita berambut panjang warna ungu, kulit kuning Langsat, memakai gaun batik" Gak pakai lama, Ratu bidadari dengan gerakan badan berputar lemah gemulai, telah berubah menjadi wanita persis seperti permintaan dan bayangan dalam pikiran pak Tejo. Melihat fenomena itu, dari mulut pak Tejo, keluar takbir berkali - kali memuji kebesaran Allah. " Sekarang jadilah wanita Jawa berkebaya keraton" kata pak Tejo. Ratu bidadari menuruti kemauan pak Tejo,.... jreng sekali berputar, muncul wanita keraton Jawa, berbaju berkebaya dihadapannya. " Terakhir perlihatkan sebagai istri asliku ketika didunia" pinta pak Tejo. Tak seperti sebelumnya, untuk perubahan kali ini, tubuh Ratu bidadari berputar - putar bak angin tornado. Pak Tejo sempat ketakutan melihatnya, namun tak lama kemudian putaran semakin melemah, hingga akhirnya berhenti, lalu muncullah wanita memakai daster kembang-kembang yang biasa dipakai oleh ibu - ibu ketika membereskan seluruh pekerjaan isi rumah tangga. Demi melihat peristiwa dihadapannya, pecahlah tangis haru pak Tejo, sambil meloncat, menghampiri dan memeluk erat tubuh asli istri nya yang telah lama tak dijumpainya. Bu Tejo pun tak kuasa menahan air mata haru dan bahagia, telah menemukan kembali sosok suaminya yang telah lama tak berada disampingnya. Masih dalam saling berpelukan haru itu, menyusul dua anak pak Tejo dan bu Tejo ikut dalam rangkulan keluarga menambah suasana keharuan semakin dalam. Keluarga pak Tejo bersama anak cucunya telah berkumpul kembali, bersama didalam surga platinum sang Ratu Bidadari. KEBERSAMAAN YANG TERTUNDA Peluk tangis mengharukan , menghiasi pertemuan sepasang suami istri yang telah lama terpisahkan, lalu perlahan masing - masing melepaskan pelukannya. Pak Tejo mensejajarkan anak - anaknya serta memandangi wajahnya satu per satu. Ketika pandang mata tertuju pada istrinya, ternyata telah kembali pada wujud sebagai ratu bidadari. Sesaat kemudian Sang ratu berkata kepada anak - anaknya. setelah menenangkan hatinya Ratu bidadari menyuruh anak -abaknya mendekat. " Anak - anak, masih ada hal yang ingin ibu sampaikan kepada ayahmu." Mereka paham akan maksud ibunya. Masih berlinangan air mata semua anak - anaknya berpamitan, bersalaman dengan mencium tangan kedua orang tuanya. " Kenapa tidak kau biarkan mereka berkumpul bersama kita, sayangku, apa lagi yang perlu disampaikan ? " Ucap pak Tejo, agak bingung dengan perubahan suasana yang tak terduga itu. " Suamiku, aku sangat bahagia kita dapat bertemu lagi, namun saat ini belum waktunya bagi kita untuk berkumpul selamanya." Sahut Ratu bidadari. Seribu satu pertanyaan kembali berkecamuk dalam pikiran pak Tejo. Dalam kondisi tak menentu akhirnya dia hanya bisa pasrah mengingat keterbatasan yang sedang dialaminya. " Baiklah, jika ada hal lain yang dirasa penting sampaikanlah, aku akan siap dengan segala ketetapan yang akan terjadi." " Baiklah jika papih sudah siap menerima kenyataan yang akan ada." Sahut Ratu dengan tatapan sendu. " Suami sayangku, saat ini kita belum bisa berkumpul bersama, karena papih belum menjalani semua tahapan proses kehidupan di akherat." " Bukanlah aku sudah tidak berada di alam dunia, lantas apa artinya dari semua ini ?." Tanya pak Tejo masih galau dengan apa yang sedang dialaminya. " Papih baru mengalami hidup di alam barzah, dan saat ini hanya beberapa saat diizinkan untuk melihat kehidupan di alam akherat utk dapat bertemu denganku" " Papih harus melewati dahulu seluruh tahapan proses menuju alam akherat, setelah itu barulah kita dapat berkumpul untuk selamanya." Ketika baru selesai menjelaskan tentang kondisi yang dialami pak Tejo, tiba - tiba datang menghadap salah satu pelayan sang Ratu, setelah memberikan salam penghormatan, ia berkata : " Ma'afkan saya paduka Ratu, bolehkan saya menyampaikan hal penting yang tak dapat ditunda ini ?" " Ya ada apa gerangan, hingga kau terlihat pucat pasi begitu? " "Didepan ada dua Malaikat, mereka berkata kedatangannya adalah untuk menjemput orang yang sedang bertamu pada paduka Ratu." " Hmm baiklah, ajaklah Keduanya kemari." Sahut sang Ratu, sepertinya dia tahu apa maksud kedatangan kedua malaikat itu. " Baik, saya laksanakan titah paduka Ratu" Pelayan Ratu bidadari beranjak dari tempatnya, tak lama kemudian datang lagi bersama 2 sosok malaikat tersebut. Setelah itu, pelayan Ratu langsung tahu diri, pamitan dan meninggalkan Ratu bersama tamu - tamunya. Ditengah heningnya suasana Salah satu malaikat membuka pembicaraan. " Salam hormat Ratu bidadari, anda pasti sudah paham akan maksud kedatangan kami." "Benar" jawab Ratu dengan singkat " Suamiku, ketahuilah kedua malaikat ini datang menjemputmu. agar kakanda menjalani proses menuju alam akherat yang berlaku bagi seluruh manusia, ikutlah bersama mereka Insya Allah setelah semua terlewati, kita akan berkumpul bersama di alam kehidupan abadi selamanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD