51

1234 Words

Fanny mengetuk pintu kamar Gabriel untuk kesekian kalinya malam itu, setelah merasa aneh karena anaknya mengurung diri untuk waktu yang lama sekali semenjak Lynne pergi. Butuh waktu yang lama bagi wanita paruh baya itu menyadari, kalau Lynne sudah tahu semuanya. Lynne pasti mengingat hal yang seharusnya tidak ia ingat dan menyedihkannya … itu semua karena Fanny. Fanny membiarkan Lynne masuk ke dalam kamar Gabriel, di mana semua memori yang sudah terkubur bisa bangkit kembali karena terpicu. Wanita paruh baya itu tidak bisa tenang, karena Gabriel tidak menyahut sejak tadi pagi. Pintu kamarnya terkunci dan Fanny tidak bisa masuk ke dalam. "Ini, Nyonya." Seorang pelayan memberikan Fanny kunci cadangan untuk kamar Gabriel. Fanny menerimanya dengan tangan yang agak bergetar, lalu berusaha m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD