"Dia bangun, Ar." Lynne bergumam singkat sembari menatap Judith takjub. Sungguh, kedua bola mata biru yang warnanya mirip dengan milik Lynne sudah terbuka kembali, untuk pertama kalinya, setelah tiga tahun. Adiknya bangun. "Kau benar! Dia membuka mata, Lynne!" Margo menatap Judith tak kalah takjub. Tadi ia buru-buru ke rumah sakit setelah Lynne meneleponnya. Tentu saja ia diantar sopir, karena Daniel sudah menyediakan segala sesuatu yang Margo butuhkan. Sepertinya ada perasaan asing yang semakin lama semakin membesar di hati Margo. Tampaknya, janin di dalam perutnya ini berhasil membuat Margo jatuh cinta pada Daniel, tanpa peduli, kalau lelaki berengsek itu adalah orang yang menghancurkan Margo. "Hai," sapa Margo pada Judith. Wanita berbola mata biru itu memang melihat ke arah Margo, te

