27

732 Words

Lynne mengaduk kopi untuk Gabriel dengan wajah yang berseri-seri. Pikirannya melayang pada saat mereka kencan kemarin, di mana Gabriel memperlakukan Lynne layaknya puteri di negeri dongeng. Ditambah lagi kado yang Robert berikan membuat mood-nya semakin baik. "Selesai," ucap Lynne pada dirinya sendiri. Ia mengangkat cangkir dengan asap mengepul  lalu celangak-celinguk, menyadari bahwa suasana pagi ini terasa sangat tenang dan sepi. Lynne berjalan kembali ke ruangannya hingga ia menemukan seorang lelaki tua baru keluar dari sana. "Selamat pagi," sapa Lynne. Ia membungkuk, sebagai tanda hormat. "Oh, iya," ucap lelaki tua itu sejenak. Ia memperhatikan Lynne dari atas ke bawah, membuat Lynne merasa tak nyaman. Wanita itu berdeham sejenak, sebagai kode supaya mata kakek tua ini tidak je

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD