Lynne memotong timun menjadi beberapa bagian kecil, lalu memasukannya ke mangkuk bening yang terletak di ujung meja. Saat ini, ia berada di kediaman Wallance bersama Fanny dan para pelayannya. Memotong bukan perkara sulit, meski tak bisa memasak, tetapi Lynne bisa melakukannya. Tidak lancar memang. Yang pasti ia harus menjaga dan memastikan kalau jarinya aman dari ancaman pisau tajam itu. Tadi Angel mendapat panggilan mendadak dari rumah sakit sehingga Lynne hanya tinggal berdua dengan Fanny. Mereka ditemani beberapa pelayan dengan seragam unik tentunya. Hari ini mereka menggunakan setelan biru dengan motif langit. "Kudengar dari Angel, kau sakit. Kenapa memaksakan diri?" Fanny bertanya tanpa mengalihkan pandangan. Wanita paruh baya dengan wajah yang awet muda itu masih sibuk dengan keg

