Sifa setelah pellet yang di lancarkannya ke Dana gagal tak berdaya sama sekali, ia masih tetap tak menyerah justru semakin berambisi untuk menaklukan Dana. Sifa yang terbiasa dari kecil semua keinginannya terpenuh oleh kedua orang tuanya, kali ini ia pun tak ingin kalah dari cewek biasa yang menjadi pesaingnya dalam mendapatkan hati Dana. Aku besok akan ubah penampilan sama persis dengan cewek itu, kalo dengan penampilan begitu dapat membuat Dana terpikat denganku. Aku akan lakukan namun jika tak bisa juga akan ku habiskan cewek itu. Batin Sifa. Sore itu Widi berjalan pulang seorang diri melewati lorong-lorong sisi belakang pintu kampus, merasakan sesuatu yang tak enak seakan ada yang mengikutinya. Widi percepat langkanya mulai berjalan, berjalan lari dan berlari karena ketakutan setiap

