Tubuhku ditarik di hitungan sepersekian detik, bahkan aku tidak bisa membedakan apakah aku sudah mati tertabrak atau jiwaku sudah melayang ke surga. Namun, hidungku mencium aroma kopi bercampur musk yang khas. Aku pun bisa mendengar suara jantung kami berdua, entah jantung siapa itu aku tidak tahu karena aku sibuk memejamkan mata. "Kau gila?" suara itu mencoba menyadarkanku. "Tidak bisakah kau jaga dirimu Nona!" umpat si pengendara mobil BMW. "Halelujah! Nyawamu masih bisa diselamatkan lelaki itu!" What? jadi aku tidak mati? Samar-sama kubuka mataku dan terfokus pada sosok wanita yang kini berdiri di seberang jalan. Senyum di bibir pucatnya tidak mengembang, justru dia mengatupkan bibir tipisnya lalu pergi dan hilang di antara kerumunan. Kini pikiranku tersadar kembali, Gilbert men

