Ghibran sedang berada di ruangan para manajer. Menghampiri salah satu divisi di sana. Berniat untuk membicarakan hal penting terkait proyek baru yang sedang ia tangani di perusahaan. “Selamat siang, Pak Ghibran,” para manajer beranjak dari duduk. Menyapa atasan mereka dengan ramah. Ghibran membalas sapaan. Lalu, kembali mengedarkan pandangan. “Apakah Pak Lukman sedang tidak ada di tempat?” Ghibran bertanya. Menatap bangku kosong bertuliskan Manajer Pabrik di sana. Salah seorang menjawab, “Benar, Pak. Pak Lukman masih berada di pabrik. Melakukan peninjauan langsung.” Ghibran mengangguk paham. Berpamitan untuk pergi keluar ruangan. Sebenarnya, Ghibran sedikit berat hati saat hendak melangkah pergi. Ada hal penting yang ingin ia bicarakan dengan sang manajer pabrik tersebut. Yakni, obrol

