Mobil Ghibran berhenti pada sebuah halaman parkir. Pria itu memarkirkan mobil tepat di samping mobil yang ia kenal. Mobil Jerry -sahabat Ghibran. Ghibran menghela napas panjang. Sungguh, pria itu enggan datang. Namun, Jerry memaksa. Ghibran tak ada pilihan lain selain mengiyakan. Daun pintu kaca sebuah restoran baru saja terbuka. Ghibran segera mengedarkan pandangan. Mencari sosok Jerry di sana. Tak lama setelahnya, sahabat Ghibran itu melambaikan tangan. Membuat Ghibran melangkah ke arahnya. “Akhirnya kau datang juga,” Jerry berucap. Menepuk pundak Ghibran. Keduanya duduk berdampingan. Tak hanya ada mereka berdua di sana. Tentu, mereka bersama teman seangkatan yang lain. Meja panjang berisi tiga puluh orang sudah terisi. Menyisahkan dua bangku kosong di sisi kiri. Ghibran mulai meny

