Ternyata, deru kendaraan tersebut berasal dari mobil berjenis sport yang dikemudikan oleh seorang pemuda berparas tampan. Sembari keluar dari dalam sisi jok kemudi, Rifaldo melepas kaca mata yang sedang ia gunakan. Bertanya, “Pak Ujang, apakah Kak Ghibran dan istrinya sedang berada di rumah?” “Tentu saja, Mas.” “Baiklah.” Kali itu, Rifaldo melangkahkan kaki menuju sisi dalam rumah. Netra sang pemuda tak mendapati seorang pun di sana. Namun, aroma masakan tercium ke dalam indera. Refleks, langkah kaki membawa Rifaldo menuju ruang makan. Dan, Siapa dia? Apakah Mama mempekerjakan pelayan baru di rumah? Rifaldo bertanya-tanya. Sesaat usai mendapati sosok lain, yang sedang bersibuk di dapur. Tampaknya, dia jauh lebih muda dari pada Bik Minah? Ah! Sepertinya, dia putri Bibik. Kemudian,

