Akhir pekan. Ghibran dan Bilqis sedang bersiap untuk menghadiri undangan pernikahan Raras. Tepatnya, pada hari Sabtu pukul setengah tujuh malam. Keduanya baru saja keluar dari dalam hunian baru mereka. Menaiki mobil SUV milik Ghibran, Bilqis terlihat anggun dengan balutan kebaya muslimah. Kebaya yang sengaja ia rancang sendiri di Butik Khumairroh; terlihat seragam dengan atasan formal yang Ghibran kenakan. Seperti biasa, Ghibran selalu memperlakukan Bilqis dengan santun nan sopan. Ghibran tak pernah lupa membukakan pintu mobil, saat ia rasa sang istri membutuhkan bantuan. Bagaimana tidak, malam itu adalah kali pertama Bilqis hadir menggunakan sepatu berhak tinggi tujuh centi. Entah apa yang Bilqis pikirkan, sehingga ia ingin sekali tampil menawan. Riasan tipis disertai pemulas bibir ber

