Ada kalanya, tersenyum menjadi tempat persembunyian terbaik; seusai bulir air mata membanjiri pipi – Ashariita (di novel Amenable, kisah Bilqis dan Ghibran. ****** Ghibran baru saja tiba di rumah. Meski, Bilqis mendapati hal tak terduga yang diinformasikan oleh Karina, namun ia tetap berusaha memasang raut ceria. “Assalamualaikum, sayang,” Ghibran menyapa. Melampiaskan rasa lelah usai bekerja; dengan mendaratkan peluk dan cium pada sang istri, yang menyambut kedatangan ia di rumah. “Waalaikumsalam,” Bilqis menyahut. Wanita itu tak dapat menepati janji pada diri. Keinginan yang semula hendak memasak beragam menu masakan, justru tak terwujud karena hati yang merasa tak tenang. Melihat Ghibran berjalan menuju kamar, Bilqis hanya bisa menahan perasaan yang bergejolak. Di satu sisi, ia m

