Bilqis segera menancap pedal gas. Bergegas menuju Butik Khumairroh. Beruntung pada pukul sepuluh lebih, jalanan tak begitu macet. Membuat Bilqis dapat melajukan mobil dengan cepat. Sesampainya di Butik Khumairroh, Bilqis menjumpai Luluk di sana. Lalu, berpamitan menemui customer yang sudah tiba beberapa menit yang lalu. Bilqis meminta maaf perihal keterlambatan datangnya hari itu. Beruntung, pasangan suami istri yang memiliki garis wajah teduh tersebut dapat mengerti. Membuat perbincangan mereka perihal pemesanan kedua, berjalan dengan lancar-lancar saja. ****** Tiga puluh menit berlalu. Bilqis menggenggam tablet kerja yang baru ia gunakan untuk mencatat keinginan rancangan dari customer di butik. Namun, pekikkan suara dari Luluk mencegah Bilqis masuk ke dalam ruang kerja. “Mbak Bilqis

