Elvan masih bergelung di selimut, buru-buru menutup telinga dengan bantal supaya tidak mendengar suara berisik Kayla disusul gedoran pintu secara brutal. Adik satu-satunya memang hobi mengusik ketenangan yang dia bangun. "Mas, udah pukul delapan. Bangun, dih kebo. Ini hari Minggu loh!" "Mas, kalo enggak dibuka aku gedor terus." Lagi, suara teriakan di luar makin mengganggu istirahatnya. "Pokoknya aku nggak akan nyerah!" "Mas!" Lagi-lagi Elvan harus mengalah mengingat sifat sang adik tidak akan berhenti meneror sebelum tujuannya tercapai. "Apasih, kayak orang udik banget gedor keras-keras," komentar Elvan saat menemukan adiknya di depan pintu. Kayla menutup mulut dengan telapak tangan melihat sang kakak masih dibalut kaus putih kusut, rambut berantakan, dan belum cuci muka. "Ya amp

