Tidak Antusias

1055 Words

Mobil putih Glen melewati rumah-rumah mewah yang bisa Nesya lihat dari jendela, kemudian berhenti di halaman luas bangunan bertingkat warna putih. Nesya masih terdiam di kursi selagi Glen meminta turun, dia mengerjap merasa perlu mencubit pipi sendiri. "I-ini rumahnya, Mas?" Sekalipun ragu, dia tetap melangkah perlahan menapak paving blok melewati tanaman-tanaman hijau menyegarkan, membuat suasana rumah terasa nuansa alamnya di tengah panasnya Jakarta. Nesya memasuki ruang tamu luas dengan pintu, dinding, dan perabotan berwarna putih. Hanya sofa beludru mewah yang berwarna abu-abu. Ada banyak kamar, jendela kaca lebar sehingga menampakkan pemandangan di samping rumah yang ditumbuhi rumput hijau. "Kamu bisa ganti catnya nanti, ini masih putih karena saya tidak tahu apa yang kamu suka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD