Tanpa Status

1060 Words

Setibanya di koridor lantai sembilan, Nesya bertemu Glen yang sama-sama baru pulang bekerja sedang melangkah ke unit-nya. Pria itu tetap rapi sekalipun seharian berkutat dengan urusan kantor, belum lagi aroma musk masih tercium selagi bergerak. Nesya melirik penampilan sendiri yang mirip bebek sawah, seharusnya dia sedikit memperbaikinya sebelum pulang. Dia membawa pouch makeup untuk touch up ulang, ada juga sisir kecil di tas agar tatanan rambut selalu rapi, mungkin patah hati membuat urusan penampilan bergeser dari prioritasnya lalu Nesya menjuput anak rambut yang mencuat ke mana-mana serta merapikan dengan tangan. "Kamu sudah makan?" "Belum, aku lagi malas makan, Mas," ujar Nesya teringat perempuan cantik yang baru ditemui membuat selera makannya hilang. "Diet? Badan kamu sudah te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD