Raykan sudah berada di depan tempat Varizen bekerja. Tampak jelas bahwa restoran itu sangat ramai di padati oleh pelanggan. Dari jauh, Varizen sedang melayani tamu. Terlihat bahwa rona kebahagian terpancar. Jika gadis itu hidup bersama dnegan Chen Li, akankah dia bahagia? Raykan tak ingin mengambil resiko lebih jauh lagi. “Semuanya harus di selesaikan dengan cepat.” Ia pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam restoran itu. “Selamat datang,” sapa Handika dengan ramah. Raykan hanya terdiam, menatap Varizen lebih lekat membuat Handika tak nyaman. “Jika Anda ingin pesan, silahkan duduk dulu.” Ten angkat bicara, “Tuanku ingin bertemu dengan Nona Varizen.” Handika menatap penuh selidik kepda Raykan tanpa ada yang dilewati. Pakaian mahal dengan segala atribut cukup untuk membeli kebutuhan h

