Bab 77

1105 Words

Malam hari setelah pekerjaan selesai, Varizen duduk termenung di tengah ruangan yang hening. Handika sudah pulang sedari tadi, sedangkan Dion menjemput istrinya. Gadis menoleh ke arah jalan raya yang dipadati kendaraan. Ada mobil berhenti di depan restoran itu, sontak Varizen langsung bangkit membalikkan papan open menjadi close Percuma saja yang datang bukan pengunjung, melainkan Chen Li dan beberapa atek-anteknya. Gadis itu mendesah ringan ketika melihat pria yang mengaku ayahnya berkunjung. Dia pun kembali duduk ke tempat semula. Ketika Chen Li membuka pintu, Varizen tak menoleh sama sekali. Pria itu membawa sebuket bunga mawar untuknya. “Aku datang tepat waktu,” ucap Chen Li sambil menggeser kursi. Varizen membuang muka ke arah lain tak mau memandang wajahnya. “Ini untukmu.” Dia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD