Felisia bangkit dari ranjang menuju ke jendela kaca. Dahinya berkerut melihat dua orang yang berhadapan satu sama lain. Pria asing itu pernah ditemuinya di rumah sakit. Dan sekarang dia sedang berbicara serius dengan Chen Li. Wanita tersebut penasaran, tapi rasa ingin tahunya segera dikubur. Ia pun mengingat-ingat perkataan Raykan kalau Varizen tinggal dengan seorang dokter. Jangan-jangan dia pria itu. “Aku harus menemuinya.” Felisia bergegas ke luar ruangan dengan tergesa-gesa sampai menabrak salah stau pengawal Chen Li. “Apakah Anda baik-baik saja?” “Aku baik-baik saja.” Wanita itu pun melanjutkan larinya, tapi berhenti mendadak karena melihat Jonathan keluar dari kamar. “Jo,” panggilnya cukup keras, Jonathan langsung menoleh. “Bu, apa yang terjadi?” Melihat Felisia terengah-en

