Di tengah malam yang nyaman digunakan untuk istirahat, Luke kesal setengah mati karena ada tamu yang tak diundang. Siapa lagi kalau bukan si penguasa kota Chen Li. Orang tua yang sialnya tampan itu membuatnya merasa kala dalam segi fisik. Oh, Luke benci dengan kesempurnaan Chen Li yang bisa menggait wanita manapun, bahkan seorang gadis. “Apa yang membawamu kemari?” mereka berdua saling berhadapan satu sama lain di ruangan yang cukup besar, tapi terasa mencekam. “Aku harap kau jujur padaku mengenai anak gadisku.” Chen Li melonggarkan dasi jasnya karena merasa sesak. “Dari mana rasa percaya dirimu berasal? Kau bahkan tidak menafkahinya!” Perkataan Luke terlalu menohok hati Chen Li, tapi dia tak bisa berbuat banyak dengan bocah tengil yang ada di depannya. “Jaga ucapan mu, Luke! Kau

