Pagi yang cerah di sambut oleh kicauan burung gereja yang sedang menari-nari. Varizen membuka pintu kafe sambil mengambil nafas panjang untuk dihirupnya. Suasana pagi yang bebas seperti itu membuatnya senang. Gadis itu membawa kain lap beserta pembersih kaca, bersiap dengan pekerjaan paginya. Meskipun restoran itu buka setelah Handika pulang sekolah, lantas dia tak akan bermalas-malas. Semua waktunya digunakan untuk mempersiapkan pembukaan restoran. Varizen bersenandung ria, tak menyadari jika semua gerakannya di awasi oleh seseorang. Siapa lagi kalau bukan Chen Li, pria itu bahkan tak langsung pulang, memilih menunggu sampai pagi untuk bertemu gadis itu. Jordan yang siap siaga meskipun matanya terkadang tertutup itu tersentak ketika sang tuan membuka pintu mobilnya. Dia pun juga be

