Varizen berjalan menuju dapur untuk menaruh apron yang dipakainya di tempat semula. Gadis itu masih menggaruk hidungnya yang sangat gatal akibat bersin berulang kali. Dion yang melihat itu penasaran dan langsung mendekat. “Apa yang kau lakukan? Hidungmu merah karena kau usap terus.” “Hanya gatal,” jawabnya masih mengusap hidungnya. “Belilah obat,” ucap Dion sambil memberikan amplop putih ke tangan Varizen. Gadis itu pun terkejut karena hal yang dilakukan pria itu. “Apa ini?” sungguh Varizen tak mengerti kenapa diberi amplop yang isinya seperti uang. “Itu bonus untukmu karena restoran ku rame.” Dion tersenyum senang. “Tapi, aku kerja di sini baru beberapa hari.” “Terima saja,” sela Handika dengan cepat. “Karena aku juga mendapatkannya,” imbuhnya sambil menunjukan amplop yang sa

