Kaylila terbangun saat mendengar ponselnya bordering disamping kepalanya. Dengan mata masih mengerjap melawan cahaya lampu, diambilnya ponsel segera. Panggilan dari Mbak Della. “Halo…” dengan suara serak Kaylila menjawab panggilan dari Della masih dengan posisi berbaring di tempat tidur. “Hmmm… Assalamualaikum.” “Waalaikumsalam.” jawab Kaylila masih dengan sedikit mengantuk. “Gimana, enak kalau jadi korban kecuekan?” “Hmmmm…” “Kamu masih tidur?! Habis kerja keras, ya?!” Mendengar lelucon dari Della mata Kaylila melotot. Namun segera disadari bahwa Della tidak akan mampu melihatnya dengan tatapan melotot. “Iya, kerja keras. Sangat keras pokoknya.” “Hihihihi… Yang pengantin baru, cie… cie…” “Apaan sih mbak?! Kerja keras menahan supaya mataku ga tertidur nungguin balasan dari Mbak.”

