Nosa bangkit dari tempatnya duduk, kemudian melangkahkan kakinya mendekati Kaylila. Bersandar pada meja dihadapan Kaylila, dia menepuk pundak Kaylila yang masih terisak. Kaylila menyandarkan kepalanya pada tubuh Nosa yang berdiri disampingnya. “Kamu sungguh keterlaluan, Kay. Kamu menangisi pria lain sementara kamu telah memiliki suami dari pria yang berbeda. Sudah berapa kali kamu melukai harga diri saya.” Mendengar perkataan Nosa yang diselingi tawa ringan membuat Kaylila sedikit terhibur. “Paling tidak kamu harus berjanji bahwa ini kali terakhir kamu menangis untuk pria lainnya. Atau kamu ingin melihat saya serasa ingin mati?!” Nosa kembali membuat lelucon yang membuat Kaylila kembali tersenyum. Nosa mengingat dengan jelas bagaimana reaksi Kaylila yang naïf menanggapi semua ucapan se

