Jam di dinding menunjukkan pukul 8 pagi. Sinar mentari menerobos masuk melalui celah-celah sempit tirai jendela. Di kamar pengantin baru, tampaklah Nosa dan Kaylila yang masih terbaring dalam posisi berpelukan. Tampaknya mereka kelelahan setelah melaksanakan resepsi pernikahan mereka yang berakhir hingga tengah malam. Nosa tidur sambil memeluk tubuh Kaylila yang merapat pada tubuhnya dikala hawa dingin menyerang subuh tadi. Sebenarnya dia sudah terbangun sejak satu jam yang lalu. Namun diurungkannya niat untuk bangkit dari tempat tidur. Kaylila yang sedang tertidur pulas dengan rambut hitamnya yang menutupi wajahnya membuat Nosa penasaran ingin menyingkirkan rambut-rambut itu. Perlahan Nosa memiringkan tubuhnya menghadap kearah Kaylila yang tidur dengan posisi telentang. Disingkirkannya

