Pikiran Alvin saat ini bercabang, berada antara bimbang, dan juga bimbang. Ia dilanda masa-masa yang cukup sulit untuk saat ini, pikirannya tidak bisa berpikir dengan jernih. Ia menyugar rambutnya ke belakang sebelum memejamkan kedua matanya. Menjatuhkan tubuhnya yang masih terbalut kemeja di atas ranjang miliknya, kepalanya terasa pening tanpa bisa dia cegah. Ia mengeluarkan lagi foto yang sempat diberikan oleh Andin padanya, foto wanita itu dengan seorang anak laki-laki berumur 6-7 tahunan menurut perkiraannya. Dia sama sekali tidak ingin mempercayai hal ini, apa benar bahwa saat dia bercerai dengan Andin dulu, wanita itu tengah berada dalam kondisi berbadan dua? Apa benar bahwa anak ini merupakan anaknya sendiri? Berbagai pertanyaan dan sebuah spekulasi mulai bermunculan dalam benakny

