DUA PULUH DELAPAN

2841 Words

"Dasar pembunuhh!!" "INI SEMUA GARA-GARA KAMU!!! KAMU YANG MEMBUAT DINDA MENINGGAL!!! KAMU YANG MEMBUAT INI SEMUA TERJADI!!!" "PEMBUNUHHH!!!" Brukkk.. Juna meringkuk di sudut kamar, pandangan nya lurus ke depan di sertai dengan kedua lutut yang bertekuk menyentuh dagu nya. Satu persatu suara mulai memasuki indra pendengaran nya, di bayangan mata nya kini berputar sebuah adegan yang masih sangat di ingat nya. Isak tangis, raungan histeris, teriakan pilu bercampur menjadi satu. "Arrghhh----maafin aku---maafin aku Juna!! Ampunnn!!!" "Arrghhhh!!! Hiks---hiksss---arrghh sakit---" Raungan dan isak tangis Zeta semakin keras saat Juna dengan tanpa perassan nya menjambak rambut gadis itu hingga kepala Zeta mendongak ke atas, air mata tak henti nya mengalir di wajah cantik gadis itu yang su

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD